SMK Terdampak Banjir di Tapteng Disatroni Maling, 35 Laptop dan 21 Tablet Raib

Aksi pencurian terjadi di lingkungan SMK Negeri 1 Badiri, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), seusai wilayah tersebut diterjang banjir susulan pada 20 Februari 2026.
Sekolah yang tengah terdampak bencana dan belum pulih itu menjadi sasaran pelaku kejahatan hingga mengakibatkan berbagai perlengkapan belajar mengajar raib.
Polres Tapteng pun telah berhasil menangkap satu orang tersangka.
Kerugian Capai Rp 436 Juta
Berdasarkan pendataan pihak sekolah, total kerugian akibat pencurian ini diperkirakan mencapai Rp 436 juta.
Barang-barang yang dibawa kabur antara lain:
- 35 unit laptop berbagai merek
- 21 tablet
- 9 mesin jahit industri merek Typical
- 4 unit AC
- 1 genset
- 6 proyektor
- Perangkat pemindai (scanner).
Kehilangan tersebut sangat berdampak terhadap proses pembelajaran, terutama untuk kegiatan praktik siswa.
Satu Tersangka Ditangkap
Kasat Reskrim Polres Tapteng, Iptu Dian Agustian Perdana, mengungkapkan bahwa polisi telah mengamankan satu orang tersangka berinisial HS.
Tersangka ditangkap di Jalan Padang Sidempuan, Kecamatan Pandan, pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 19.30 WIB, atau tujuh hari setelah aksi pencurian terjadi.
"Setelah melakukan penyelidikan, kami menangkap tersangka," kata Kasat Reskrim Iptu Dian Agustian Perdana, Sabtu (28/2/2026), dilansir dari TribunMedan.
Terungkap Saat Kepala Sekolah Datang Pascabanjir
Kasus pencurian ini pertama kali terungkap ketika kepala sekolah mendatangi SMK Negeri 1 Badiri setelah banjir susulan surut.
Saat memasuki area sekolah, ia mendapati pintu laboratorium komputer dalam kondisi rusak.
Setelah diperiksa lebih lanjut, sejumlah peralatan belajar mengajar di dalam ruangan tersebut sudah tidak berada di tempatnya.
Temuan itu kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
Polisi Dalami Kemungkinan Adanya Penadah
Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka diketahui merupakan mantan narapidana yang belum lama bebas dari lembaga pemasyarakatan.
Namun hingga kini, polisi belum membeberkan ke mana barang-barang hasil curian itu dijual serta digunakan untuk apa uangnya.
Iptu Dian menegaskan, penyidik masih terus mendalami keterangan pelaku, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
"Polres Tapteng saat ini sedang mendalami apakah pelaku beraksi seorang diri atau ada sindikat lain yang menampung barang-barang curian bernilai tinggi tersebut," tukasnya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul "Belum Dibersihkan setelah Banjir, SMK Negeri 1 di Tapteng Dijarah Maling hingga Rugi Setengah Miliar"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang