Ammar Zoni Ngaku Dapat Kekerasan saat Diamankan, Sebut Dipukul hingga Disemprot dalam Interogasi
Dugaan kekerasan yang dialami Ammar Zoni saat proses penangkapan dan interogasi menjadi sorotan dalam sidang lanjutan kasus narkoba yang menjeratnya. Di hadapan majelis hakim, aktor tersebut secara terbuka mengungkap bahwa dirinya mendapat perlakuan kasar dan tekanan fisik maupun mental dari aparat saat diamankan.
Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Ammar Zoni dengan tegas menyatakan bahwa pengakuan yang selama ini dijadikan dasar tuduhan tidak diberikan secara sukarela. Ia menekankan bahwa seluruh pernyataannya dibuat dalam kondisi tertekan. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Ammar Zoni
“Kalau masalah video tadi, itu semua video dalam di bawah tekanan yang saya dipukuli dan saya disemprot (cairan/gas air mata/sejenisnya). Itu semuanya di bawah tekanan,” kata Ammar pada Kamis, 18 Desember 2025.
Pernyataan tersebut muncul setelah jaksa memutar rekaman video pengakuan Ammar di ruang sidang. Video itu disebut sebagai bukti bahwa barang haram yang dipermasalahkan merupakan miliknya. Namun, Ammar membantah keras narasi tersebut dan menyebut rekaman itu tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
Ia bahkan secara langsung mempertanyakan saksi polisi mengenai dugaan kekerasan yang dialaminya selama proses interogasi.
“Bagaimana perlakuannya? Yakin tidak melakukan kekerasan?" tanya Ammar.
Ketika saksi menyatakan tidak ada tindakan kekerasan, Ammar langsung menanggapi dengan nada tajam.
“Bapak disumpah lho. Ini kami berlima bisa bersaksi. Apa tidak ada penyetruman? Tidak ada pemukulan? Tidak ada penekanan? Kami berlima meminta Yang Mulia untuk dihadirkan CCTV dari pihak Rutan tanggal 3 Januari,” pintanya.
Selain dugaan kekerasan, Ammar juga menyoroti lemahnya pembuktian barang bukti sabu seberat 100 gram yang dituduhkan kepadanya. Ia mempertanyakan keberadaan fisik barang tersebut yang tidak dihadirkan di persidangan.
"Apakah memang ada bukti yang jelas kalau memang saya menyampaikan seperti yang tadi dikatakan? 100G (100 gram)? Apakah bisa dibuktikan memang barangnya ada?" tanya mantan suami Irish Bella tersebut.
Pengakuan saksi polisi yang menyebut barang tersebut sudah tidak ada karena telah dijual semakin memperkuat bantahan Ammar.
Tak hanya itu, Ammar Zoni juga melontarkan tudingan serius terkait dugaan pemerasan oleh oknum aparat. Ia menyebut adanya permintaan dana besar untuk menyelesaikan perkara.
“Apakah saudara saksi tahu kalau dari tim Polsek Cempaka Putih, Kanit, yang meminta kami untuk menyiapkan dana 300 juta?”
Usai sidang, suasana emosional menyelimuti ruang pengadilan. Ammar Zoni tampak memeluk keluarga dan tim kuasa hukumnya. Dalam pernyataan penutupnya, ia kembali menegaskan harapannya agar rekaman CCTV dibuka demi mengungkap kebenaran.
“Makanya kami meminta untuk pihak pengadilan untuk memberikan bukti CCTV,” tandasnya.