Direktur BCA Borong 300 Ribu Saham BBCA saat Pasar Domestik Terpukul
Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Lianawaty Suwono, memborong 300 ribu saham perseroan pada Jumat, 30 Januari 2026. Transaksi dilakukann saat pasar modal domestik terpukul akibat penangguhan Morgan Stanley Capital Index (MSCI) dan pengunduran diri sejumlah petinggi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Berdasarkan keterbukaan informasi, Lianawaty membeli sebanyak 300.000 saham biasa. Transaksi dilakukan pada harga Rp7.025 per saham sehingga total nilai ditaksir sekitar Rp2,1 miliar.
Pembelian ini membuat kepemilikan Lianawaty di perseroan meningkat dari 2.840.417 saham menjadi 3.140.417 saham. Porsi hak suaranya ikut naik dari 0,0023 persen menjadi 0,0025 persen, namun status kepemilikan tetap bersifat non-pengendali.
Transaksi ini dilakukan untuk tujuan investasi, bukan bagian dari skema repurchase agreement. Sehingga pasar cenderung menilai pembelian jajaran direksi mencerminkan keyakinan pribadi manajemen terhadap fundamental BBCA.
Ilustrasi Investasi
Aksi beli dari internal manajemen sering kali dibaca pasar sebagai sinyal kepercayaan terhadap prospek jangka panjang perusahaan. Terlebih, pembelian dilakukan saat harga saham berada dalam fase koreksi, yang kerap dimanfaatkan pelaku pasar untuk akumulasi.
Pada penutupan perdagangan Senin, 2 Februari 2026, saham BBCA menguat 0,33 persen atau 25 poin ke level 7.600. Hasil positif ini melanjutkan tren kenaikan setelah mengalami koreksi cukup dalam pada akhir Januari 2026 akibat penangguhan MSCI dan aksi ambil untung (profit taking).
Penurunan mulai terlihat pada perdagangan Selasa, 27 Januari 2026. Bahkan, saham BBCA sempat menyentuh level 6.425 pada intraday sesi perdagangan Kamis, 29 Januari 2026.