Kesalahan Umum Menggunakan Cairan Anti Bocor Ban Tubeless
Ban tubeless semakin menjadi pilihan utama bagi pemilik kendaraan roda dua.
Kepraktisan dan ketahanan yang lebih baik terhadap kebocoran menjadikan jenis ban ini banyak diminati.
Namun, meski menawarkan berbagai keuntungan, ban tubeless tetap memerlukan perawatan ekstra, salah satunya melalui penggunaan cairan anti bocor.
Instant Tire Fix, jadi pertolongan saat ban motor alami kempis di tempat sepi
Jangan Keliru
Sayangnya, masih banyak pengguna yang tidak memahami cara penggunaan cairan anti bocor dengan benar, sehingga efektivitas cairan ini tidak maksimal.
John Sebastian, pemilik toko Warung Ban di Depok, menjelaskan bahwa cairan ban tubeless seharusnya digunakan saat kondisi darurat, bukan sejak ban pertama kali dipasang.
Ilustrasi tambal ban pinggir jalan yang biasa menawarkan jasa tambal model tusuk
“Cairannya digunakan pas bocor saja. Banyak orang salah kaprah, baru beli ban langsung dimasukin cairan padahal belum bocor,” ungkap John kepada Kompas.com.
Lebih lanjut, ia menyatakan, “Padahal cairan itu ada masa pakainya, bisa kering dan mengeras kalau kelamaan.” Ketika cairan sudah mengeras, fungsinya tidak lagi optimal ketika ban benar-benar mengalami kebocoran.
Produk yang Tepat
Ilustrasi pemasangan cairan anti bocor pada ban motor
Selain memperhatikan waktu penggunaan, John juga menekankan pentingnya memilih produk cairan anti bocor yang tepat.
Ada cairan yang mengering menyerupai karet, sehingga aman dan mudah dibersihkan.
Namun, ada juga cairan yang tetap basah seperti oli, dan jenis ini justru dapat merusak pelek serta komponen kendaraan lain jika merembes.
“Kadang orang pakai dua botol biar lebih yakin, padahal normalnya satu botol cukup. Dari uji coba, cairan ukuran 250 ml masih bisa efektif,” jelas John.
Kesalahan umum lainnya adalah penggunaan cairan secara berlebihan.
Banyak pengguna merasa satu botol tidak cukup, sehingga mereka menuangkan lebih banyak.
Namun, sejatinya satu botol berkapasitas sekitar 250 mililiter sudah cukup untuk satu ban.
Residu
Cairan anti bocor yang berkualitas umumnya tidak meninggalkan residu berbahaya dan bisa dibersihkan hanya dengan air.
Sebaliknya, cairan murah berkualitas rendah justru dapat menimbulkan kerak atau karat pada pelek.
Dari segi harga, produk ini masih tergolong terjangkau.
Di Warung Ban, cairan dijual seharga Rp 25.000 jika dibeli bersamaan dengan ban baru, atau Rp 35.000 bila dibeli secara terpisah.
Manfaat Saat Darurat
Dengan pemakaian yang benar dan pemilihan produk yang tepat, cairan ban tubeless bisa menjadi penyelamat saat terjadi kebocoran darurat.
Namun, jika digunakan secara tidak tepat, manfaatnya justru hilang dan bisa menimbulkan kerugian.
Oleh karena itu, penting bagi setiap pemilik kendaraan roda dua untuk memahami cara penggunaan cairan ini agar dapat memaksimalkan fungsi dan keamanannya.
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.