Benarkah Ketindihan Dipengaruhi Hal Mistis? Begini Pandangan Islam Soal Ketindihan

Ilustrasi orang tidur.
Ilustrasi orang tidur.

 Ketindihan merupakan fenomena yang sering dikaitkan dengan hal-hal mistis. Ketindihan kondisi ketika seseorang tidak mampu berbicara atau bergerak saat terbangun atau hendak tidur. Kondisi ini biasanya berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit.

Lantas bagaimana fenomena ketindihan dalam Islam? Terkait hal itu Buya Yahya menjelaskan bahwa ketindihan atau reprepan itu kondisi dimana seseorang dalam keadaan belum sepenuhnya tertidur.

”Reprepan itu setengah tidur setengah bangun kayak ada yang nindihin kepalanya. Tidak hanya di dalam Islam orang di luar Islam juga ada, artinya apa? Artinya apa? Dalam hidup ada alam nyata. Alamnya nyata yang kita saksikan saat ini. Ada dalam hidup alam mimpi dan indah,” kata Buya Yahya dikutip dari tayangan YouTube Al Bahjah, Senin 8 Desember 2025.

Lebih lanjut diungkap oleh Buya Yahya, bahwa reprepan ini terjadi lantaran pengaruh kondisi psikologi seseorang. Misalnya saja, seseorang yang ketakutan setelah mendengar cerita horor.  

”Bisa jadi reprepan ini adalah pengaruh psikologinya, mungkin pikiran yang macam-macam, baru dengar cerita horor. Atau di sebuah kamar yang bagi dia menyeramkan, padahal kamar biasa, lalu dia kebawah. Sehingga ya itu ada, itu bisa saja pengaruh dalam, bahkan mimpi juga bisa kebawa. Anak kecil, siang hari main, ketawa-ketawa, malam hari bisa ketawa kita sendiri dalam tidur, ketawa gitu,” jelasnya.

Terkait dengan sudah menjalankan sunah Nabi sebelum tidur seperti berwudhu namun tetap mengalami reprepan atau ketindihan. Buya Yahya menjelaskan bahwa hal itu tetap bisa saja terjadi.

”Reprepran gak enak, mau ngomong gak bisa, saya sudah wudhu dan sebagainya. Alhamdulillah, reprepan sudah wudhu, yang gak enak reprepan gak wudhu. Wudhu kan pahala, sudah,” jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan cara menghindari reprepan, Buya Yahya menjelaskan bahwa hal itu tidak bisa dihindari.

”Untuk menghilangkannya, sama mimpi tidak bisa dihalangkan kiriman dari Allah. Memang ada orang saya ingin menghindarkan dari mimpi, gak bisa. Itu di luar kemampuan kita. Mimpi Allah kasih, reprep Allah kasih, sudah. Jadi jangan menganggap itu sebuah dosa dan kesalahan, biasa, gak ada masalah,” jelasnya.

Sama halnya dengan mimpi, ketika seseorang mengalami mimpi buruk maka orang tersebut bisa mengamalkan beberapa sunah nabi.

” Mimpi yang tidak baik disunahkan waktu bangun pun berdoa, tapi gak boleh khawatir dan membaca Al Ikhlas, kemudian meniup, meniup ke kiri, nafas itu meniup meludah tanpa keluar ludah, ke kiri. Ini seperti itu, jadi ada doa yang diajarkan Nabi, gak usah khawatir. Jadi gak usah khawatir dengan reprep, gak usah khawatir dengan mimpi,” ungkap Buya Yahya.