Sering Diskusi soal Agama, Daniel Mananta Ungkap Alasan Belum Masuk Islam
Nama Daniel Mananta kembali menjadi perbincangan publik setelah ia secara terbuka membahas perjalanan spiritualnya. Daniel menjelaskan mengapa hingga saat ini dirinya belum memutuskan untuk memeluk Islam, meskipun ia dikenal sering berdialog dengan berbagai pemuka agama, termasuk dari kalangan Muslim.
Dalam beberapa kesempatan, Daniel memang kerap terlibat dalam diskusi lintas agama. Ia bahkan tidak segan membahas berbagai pertanyaan mendalam tentang keyakinan, kehidupan, hingga spiritualitas. Namun, bagi Daniel, perjalanan iman adalah sesuatu yang sangat personal dan dipengaruhi oleh pengalaman hidup yang ia rasakan sendiri. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Daniel Mananta
Dalam penjelasannya, Daniel mengatakan bahwa pengalaman hidup yang ia jalani membuatnya memiliki hubungan spiritual yang sangat kuat dengan sosok Yesus Kristus. Menurutnya, pengalaman tersebut membuat dirinya merasa sangat dekat dengan ajaran yang ia yakini sejak lama.
“So, kalau dari saya si saya ngerasa pengalaman hidup saya, saya sempat tanya kalau misalnya saya lahir sebagai Muslim apakah saya sejatuh cinta ini sama Yesus? Kayak gitu dan jawabannya kemungkinan besar iya tetap saya jatuh cinta sama Yesus karena pengalaman-pengalaman hidup saya, bagaimana ajaran-ajaran Yesus di dalam hidup saya itu benar-benar bikin saya jatuh cinta banget sama sosok Yesus Kristus ini gitu,” ujar Daniel yang dikutip dari YouTube kasisolusi pada Jumat, 13 Maret 2026.
Bagi Daniel, ajaran yang ia pahami dari Yesus tidak hanya sebatas konsep keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Ia menilai nilai-nilai yang diajarkan Yesus membuatnya merasakan kedekatan spiritual yang mendalam.
“Kayak cinta yang kita dapatkan sepertinya itu cinta yang dia benar-benar bilang kalau misalnya kamu pengen ngelihat Bapak di surga, oke ya udah lihatlah saya kayak gitu. Nah itu yang pertama,” ujarnya lagi.
Selain itu, Daniel juga menjelaskan bahwa dirinya memandang Yesus sebagai sosok pemimpin spiritual dalam hidupnya. Ia bahkan menggambarkan rasa hormat yang sangat besar ketika beribadah.
“Yang kedua, Yesus itu selalu datang dengan membawa yang namanya kerajaan Allah di dunia. Jadi sekarang ini ketika saya ditanya, "Nil, Yesus itu siapa?" Raja saya. Dia itu raja saya. Jadi saya menyembah dia sebagai raja bahkan kalau misalnya ada teman-teman gitu yang lagi ngelihat saya sembahyang, saya sembahyangnya itu sujud sujudnya begitu gitu,” jelas Daniel.
Jadi karena saya benar-benar lagi ngebayangin seorang raja lagi masuk kalau misalnya di raja di dunia aja kayak di Tiongkok gitu misalnya itu kan raja masuk semua pada nunduk gitu kan. Apalagi nih raja dari heaven and the earth gitu eh dari surga dan bumi gitu. Udah pasti saya akan benar-benar menyembahnya segitu banget karena saya punya rasa segen, rasa respect, menghormati, ketakutan. Bukan ketakutan lah, maksudnya rasa takut akan Allah gitu. Because of the holiness, dari kekudusan yang dibawa dari surga ke bumi dan saya ini kotor sekali dan saya ngerasa saya nggak layak gitu. Jadi itu yang kedua sih,” jelasnya lagi.
Tak hanya itu, Daniel juga menyinggung keyakinannya tentang pengorbanan Yesus dalam ajaran Kristen. Ia mengaku merasa sangat tersentuh dengan konsep penebusan dosa yang ia yakini sebagai bagian dari perjalanan spiritualnya.
“Dan yang ketiga, ini yang saya nikmatin banget dan saya ngerasa saya nggak layak gitu sebenarnya untuk ngedapetin ini. Yesus memilih saya untuk menjadi pengikutnya dan untuk dia membeli saya untuk menjadi pengikutnya, dia harus mati di kayu salib, gitu. Dia harus mati di kayu salib untuk menebus dosa saya. yang selama ini udah aduh borok banget,” katanya.
Ia juga merasa bahwa pengalaman tersebut membuat dirinya mendapatkan kebebasan dalam menjalani hidup. Bagi Daniel, kebebasan itu justru membuatnya secara sadar memilih jalan iman yang ia yakini.
“Jadi akhirnya itu benar-benar semua kenakalan-kenakalan dan kehancuran-hancuran saya itu benar-benar ditebus dan akhirnya saya mendapatkan hidup yang selama ini ya hidup kebebasan inilah. Nah, akhirnya nah ini yang ini yang mungkin poin yang paling penting nih. Akhirnya saya jadi orang bebas dan dengan kebebasan yang saya miliki, saya bebas dan saya sadar banget dengan kebebasan yang saya punya, saya memilih untuk menjadi pengikut Yesus,” katanya lagi.
Meski begitu, Daniel menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki masalah dengan Islam. Ia justru menghormati agama tersebut dan tetap terbuka untuk berdiskusi dengan siapa pun.
“Nggak ada masalah di Islamnya gitu. Tapi justru malah guanya yang bermasalah kalau misalnya gua sampai masuk Islam. Masalahnya kayak Yesus udah begitu baik dan you know sayang sama gue sebegitunya dan lain-lain,” tandasnya.