Ayam Goreng Tepung hingga Pecel, Menu MBG Diduga Sebabkan Ratusan Siswa di Bandung Barat Keracunan

bandung barat, makan bergizi gratis, menu MBG, keracunan MBG, siswa keracunan mbg, Ayam Goreng Tepung hingga Pecel, Menu MBG Diduga Sebabkan Ratusan Siswa di Bandung Barat Keracunan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat kembali memicu masalah. Dalam dua hari terakhir, ratusan siswa jatuh sakit usai menyantap hidangan MBG. Menu makanan yang disajikan diduga kuat menjadi penyebab keracunan massal tersebut.

Menu MBG Berbeda, Sama-Sama Picu Keracunan

Insiden pertama terjadi di Kecamatan Cipongkor pada Senin (22/9/2025). Menu MBG yang dibagikan kepada siswa berupa ayam goreng tepung, tahu, sayur, dan buah stroberi. Tak lama kemudian, sebanyak 500 siswa mengalami gejala keracunan.

Kasus serupa terulang dua hari setelahnya, Rabu (24/9/2025), di Kecamatan Cihampelas. Kali ini, menu yang disajikan terdiri dari pecel, telur, kentang, dan pisang. Sebanyak 60 siswa dilaporkan sakit.

Jika diakumulasikan dengan kejadian sebelumnya, total korban keracunan akibat MBG di Bandung Barat kini mencapai 1.035 siswa.

RSUD Cililin Kewalahan Tampung Pasien

Akibat banyaknya korban, puluhan siswa harus dirawat di RSUD Cililin. Hingga Rabu malam, tercatat 44 pasien masih menjalani rawat inap.

“Jadi yang kejadian hari Senin kemarin ada 13 yang masih dirawat, yang kejadian hari ini ada 31 yang dirawat, data per jam 9 malam ini,” kata Direktur RSUD Cililin, Neng Siti Djulaeha.

Secara total, 131 korban dirujuk ke RSUD Cililin, namun sebagian besar sudah diperbolehkan pulang.

“Jadi total yang dirujuk 131, yang masih dirawat 31, mayoritas sudah diperbolehkan rawat jalan, pulang,” ujarnya.

Lonjakan pasien membuat ruang rawat inap penuh. Pihak rumah sakit terpaksa menambah 155 velbed dan menempatkan sebagian pasien di lorong hingga area lobi ruang rawat inap.

“Jumlah bed yang diperuntukkan pasien di sini sudah full dengan pasien biasa dan KLB juga ada yang dirawat di ruangan, sehingga sisanya kami fasilitasi dengan pemasangan extrabed di samping lobi ruangan rawat inap,” jelas Siti.

Meski begitu, kondisi pasien dikabarkan stabil.

“Pasien kondisi secara umum baik, dilihat tanda tanda vitalnya masih normal, jadi sebagian besar keluhannya dari perut kemudian mual, lemas, tapi tidak ada gejala yang berat,” tambahnya.

Dinas Kesehatan Ambil Sampel Menu dan Muntahan Korban

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat, Lia N Sukandar, mengungkapkan bahwa RSUD Cililin bahkan sempat menutup sementara akses pasien baru karena penuh.

“Tadi kita sempat menutup dulu akses ke RSUD Cililin karena penuh di jam 3 sore, jadi kami alihkan, tapi sekarang sudah lancar lagi,” kata Lia di Kantor Kecamatan Cipongkor, Rabu (24/9/2025).

Ia menambahkan, penanganan kali ini berjalan lebih lancar berkat bantuan dari berbagai pihak.

“Alhamdulillah kami dapat bantuan dari PSC Kota Bandung, PSC Cimahi, kemudian tadi dari Kabupaten Bandung, Puskesmas Kutawaringin, kemudian dari Kopassus, Dokkes Polres, Cibabat, baik tenaga medis, maupun sarana-prasarana mereka ngebantuin,” jelasnya.

Untuk memastikan penyebab keracunan, tim kesehatan sudah mengambil sampel makanan MBG dan muntahan siswa.

“Sampel muntahan, alhamdulillah masih ada tadi yang makanan sisa-sisa di itu ya, bisa keambil yang di Cihampelas,” ujar Lia.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Menu MBG yang Bikin Keracunan di Bandung Barat Dalam Dua Hari, Ratusan Pelajar Tumbang

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.