Banjir dan Longsor Aceh, Pemerintah Buka Layanan Pengaduan di Lobi Kantor Gubernur

Pemerintah Aceh melalui Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi membuka layanan pengaduan bagi warga yang kehilangan kontak dengan keluarga di daerah terdampak banjir dan longsor.
Layanan ini mulai beroperasi sejak Minggu, 30 November 2025, dan berpusat di Media Center Posko Tanggap Darurat, lobi Kantor Gubernur Aceh.
Juru Bicara Pos Komando, Murthalamuddin, mengatakan pembukaan layanan ini bertujuan memudahkan masyarakat melapor jika anggota keluarga belum dapat dihubungi. Selain itu, warga juga bisa menanyakan perkembangan kondisi di wilayah terdampak bencana.
“Layanan ini hadir untuk membantu masyarakat melaporkan anggota keluarga yang belum dapat dihubungi serta menanyakan perkembangan kondisi wilayah terdampak,” kata Murthalamuddin.
Hingga Senin (1/12/2025) sore, Posko Tanggap Darurat mencatat 26 laporan warga yang mencari sanak saudara dalam dua hari terakhir.
Sebagian besar berasal dari warga yang mencari informasi keluarga mereka di Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Aceh Tengah, wilayah yang terdampak paling parah.
Layanan pengaduan ini dibuka setiap hari selama masa tanggap darurat agar seluruh laporan dapat ditindaklanjuti cepat dan terkoordinasi dengan tim lapangan.
Korban Meninggal Capai 156 Orang, 181 Masih Hilang
Sementara itu, jumlah korban bencana banjir dan longsor di Aceh terus bertambah. Berdasarkan data sementara Posko hingga Senin siang, tercatat:
- 156 orang meninggal dunia
- 1.838 orang luka-luka (1.435 luka ringan, 403 luka berat)
- 181 orang masih dinyatakan hilang
Bencana yang melanda 18 kabupaten/kota di Aceh ini menyebabkan 955.322 jiwa atau 214.940 kepala keluarga (KK) terdampak.
“Dari data sementara, korban luka ringan berjumlah 1.435 orang, luka berat 403 orang, meninggal dunia 156 orang, dan 181 orang masih dinyatakan hilang,” ujar Murthalamuddin.
478 Ribu Pengungsi Tersebar di 828 Titik
Bangunan SDN Alue Lhok di Kecamatan Pante Ceureumen merupakan salah satu dari 32 SD di Kabupaten Aceh Barat yang rusak dan hancur akibat banjir bandang pada akhir November 2025.
Posko Tanggap Darurat juga melaporkan terdapat 478.847 pengungsi yang tersebar di 828 titik. Para pengungsi berasal dari wilayah banjir bandang, longsor, hingga daerah yang hingga hari ini masih terisolasi.Selain korban manusia, kerusakan fasilitas umum dan infrastruktur juga sangat besar. Data Posko menunjukkan:
- 138 unit perkantoran rusak
- 50 tempat ibadah
- 161 sekolah
- 4 pondok pesantren
- 295 titik jalan rusak
- 146 jembatan rusak
Kerusakan harta milik warga turut tercatat, meliputi:
- 71.385 unit rumah terdampak
- 182 ekor ternak hilang atau mati
- 139.444 hektare sawah rusak
- 12.012 hektare kebun terdampak
Menurut Murthalamuddin, data detail per kabupaten/kota dapat diakses melalui Portal Satu Data Aceh serta tautan laporan yang dibagikan oleh Posko Tanggap Darurat.
Pembaruan data dilakukan berkala dari Ruang Potda 1 Lantai 3 Kantor Gubernur Aceh, pusat operasional posko penanggulangan bencana.
“Data ini bersifat sementara dan akan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan,” ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang