Harga Perak Capai Rekor Tertinggi, Ini 2 Faktor Besar yang Dorong Kenaikan

Ilustrasi Perak
Ilustrasi Perak

Harga perak mencetak rekor tertinggi sepanjang tahun 2025. Jenis logam mulia melesat 1,4 persen menjadi US$57,29 atau Rp 954,623 (estimasi kurs Rp 16.660 per dolar AS) per ons sekaligus melampaui puncak sebelumnya yang terjadi pada Jumat, 28 November 2025. 

Kenaikan ini menyusul penguatan yang telah dicatatkan pada sesi sebelumnya sebesar 6 persen. Keberhasilan perak menembus rekor tertinggi lantaran penghentian perdagangan yang menyebabkan pasokan menipis.

Meski sejumlah besar perak dikirim ke London untuk meredakan tekanan historis, biaya pinjaman logam ini selama sebulan tetap tinggi. Kondisi serupa terjadi di hub lain, termasuk Shanghai, di mana data bursa menunjukkan persediaan perak di gudang mencapai level terendah hampir satu dekade.

Adanya hambatan perdagangan di Chicago Mercantile Exchange (CME) akibat masalah pusat data yang menyebabkan beberapa kontrak berjangka dan opsi di Comex terganggu turut mendorong harga perak. Akibatnya, sejumlah pedagang terpaksa kembali menghubungi broker dan dealer melalui telepon untuk melakukan lindung nilai atas eksposur.

Harga Perak

"Gangguan CME menyebabkan masalah signifikan di seluruh pasar global, termasuk logam mulia," demikian keterangan tertulis dari Divisi Emas Batangan Konglomerat Jepang Mitsubishi yang dikutip dari BullionVault pada Senin, 1 Desember 2025.

Selain faktor pasokan, ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) turut menambah sentimen positif bagi harga perak. Pasar kini sudah memperhitungkan kemungkinan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan ini menyusul melemahnya pasar tenaga kerja AS dan serangkaian komentar dovish dari pejabat Federal Reserve. 

Penundaan rilis data ekonomi akibat penutupan pemerintah selama enam minggu juga mendukung argumen penurunan biaya pinjaman, yang secara tradisional menguntungkan logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak.

Dikutip dari MoneyControl, sepanjang tahun ini, harga perak hampir dua kali lipat nilainya dan kini mencatat kenaikan untuk hari keenam berturut-turut. Kenaikan terbaru ini juga didukung oleh kekhawatiran pasar terhadap ketatnya pasokan global. 

Kondisi pasar saat ini menegaskan daya tarik perak sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global. Dengan pasokan yang terbatas dan ekspektasi suku bunga menurun, perak berpotensi mempertahankan tren kenaikannya hingga beberapa waktu ke depan, menjadikannya salah satu logam mulia yang paling menarik bagi investor di 2025.