Happy Salma Dorong Keseimbangan Tata Ruang Bali Usai Banjir Besar, Ini Alasannya

Tata Ruang, Bali, Happy Salma, Banjir Bali, Keseimbangan Tata Ruang Bali, Happy Salma Dorong Keseimbangan Tata Ruang Bali Usai Banjir Besar, Ini Alasannya

Aktris Happy Salma mengingatkan pentingnya keseimbangan tata ruang di Bali setelah banjir besar melanda enam kabupaten/kota di Pulau Dewata, menewaskan belasan orang dan merusak ratusan titik infrastruktur,pada Rabu (10/9/2025).

“Alam mengingatkan kita semua bahwa pada akhirnya keseimbangan dan izin (bangunan) itu harus diperketat lagi,” kata Happy Salma di Sanur, Denpasar, Bali, Kamis (11/9/2025), dikutip Antara

Bangunan Tidak Memperhatikan Aspek Lingkungan

Peraih Piala Citra untuk pemeran pendukung wanita terbaik tahun 2010 itu menyoroti maraknya bangunan yang dibangun tanpa memperhatikan aspek lingkungan, termasuk pembangunan di dekat aliran sungai.

“Saya sedih sekali. Dulu ketika di Jakarta banjir, saya kabur ke Bali karena tidak banjir, ternyata 15 tahun kemudian itu terjadi di Bali,” ujarnya.

Happy Salma mengajak semua pihak untuk memperbaiki keseimbangan alam dan memegang teguh kearifan lokal masyarakat Bali, Tri Hita Karana. Konsep ini menekankan tiga hubungan harmonis: manusia dengan alam, manusia dengan Tuhan, dan manusia dengan sesama.

“Nilai ekonomi penting tapi pada akhirnya ketika (alam) rusak, lebih banyak ruginya. Mungkin saatnya berbenah untuk izin bangunan terutama dan keseimbangan diri, Tri Hita Karana jadi pegangan diri,” tambahnya.

Kondisi di Ubud dan Dampak Banjir di Bali

Seniman berusia 45 tahun itu kini bermukim di Ubud, Kabupaten Gianyar, yang relatif aman saat banjir melanda sebagian besar wilayah Pulau Dewata. Meski begitu, di sekitar kediamannya terjadi tanah longsor.

Bencana banjir pada Rabu (10/9) dini hari melanda Kota Denpasar, Kabupaten Klungkung, Badung, Jembrana, Gianyar, dan Tabanan. 

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban tewas mencapai 14 orang hingga Kamis, dengan dua orang masih dalam pencarian.

Bali tercatat mengalami banjir di 123 titik, dengan rincian 81 titik di Kota Denpasar, 14 di Kabupaten Gianyar, 4 di Kabupaten Karangasem, serta beberapa titik di Kabupaten Jembrana dan Badung.

Pemerintah menetapkan status Bali dengan tanggap darurat bencana selama satu minggu, terhitung sejak Rabu (10/9), sebagai langkah antisipasi dan penanganan bencana.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul . 

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.