Banjir Maut di Bali, 9 Terseret Arus: 2 Tewas, 7 Masih Hilang

Evakuasi korban tewas akibat banjir di Bali
Evakuasi korban tewas akibat banjir di Bali

 Banjir besar yang melanda Bali pada Rabu, 10 September 2025, berubah jadi bencana maut. Sembilan orang terseret arus deras, dua diantaranya ditemukan meninggal dunia, sementara lainnya masih dalam pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, membenarkan adanya korban jiwa akibat banjir.

“Untuk korban yang terseret arus banjir ada 9 orang. Diantaranya, 7 orang di Denpasar, 2 orang di Jembrana,” ujarnya.

Suasana duka menyelimuti keluarga korban. Dari laporan Posko Pelaporan Kota Denpasar, hingga pukul 15.00 WITA, total 15 orang sempat dinyatakan hilang. Sebanyak lima berhasil selamat, namun dua nyawa tak tertolong.

Korban tewas pertama adalah N (48), perempuan asal Lombok Barat yang tinggal di Denpasar Barat. Ia ditemukan sudah tak bernyawa di DAM Tanah Kilap, Denpasar Selatan. Korban kedua, K (56), seorang ibu rumah tangga asal Banjar Tengah Serangan, ditemukan meninggal di aliran Sungai Taman Pancing.

Sementara itu, delapan korban lain masih belum ditemukan. Mereka di antaranya FH (32), T (43), MS (43), NKM, NND (60), serta tiga orang lain berinisial M, R, dan S. Tim SAR bersama kepolisian dan relawan masih berjibaku di lapangan.