Akses Jalan Semarang–Demak-Grobogan Putus Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol

Akses Jalan Semarang–Demak-Grobogan Putus Akibat Tanggul Sungai Tuntang Jebol

Akses jalan Kebonagung–Gubug, Kabupaten Demak, Jawa Tengah—salah satu jalur penghubung utama dari Semarang - Demak - Grobogan,terputus setelah tanggul Sungai Tuntang jebol pada Senin (17/2) dini hari.

Derasnya aliran sungai menggerus badan jalan hingga tidak dapat lagi dilalui kendaraan.

Kapolres Demak AKBP Arrizal Samelino Gandasaputra yang mendampingi Bupati Demak Eisti’anah saat meninjau lokasi pada Selasa, menyampaikan bahwa jalur tersebut ditutup total sementara waktu demi keselamatan pengguna jalan.

Lalu lintas dialihkan ke jalur pantura

Dengan terputusnya jalur Kebonagung–Gubug, arus kendaraan dari arah Demak menuju Semarang maupun sebaliknya dialihkan melalui jalur Pantura. Penutupan dilakukan karena kondisi jalan sangat berbahaya dan masih berada dalam tahap penanganan darurat.

Kapolres menjelaskan bahwa petugas bekerja siang dan malam untuk mengamankan lokasi, mengantisipasi potensi bahaya tambahan, serta mencegah warga—terutama anak-anak—mendekati area jalan yang rusak.

Penanganan masih berlangsung

Menurut Kapolres, penanganan pasca-banjir dan pemulihan jalan saat ini sedang terus dilakukan.

Sejumlah pihak terlibat dalam upaya darurat tersebut, termasuk TNI, Polri, BPBD, serta perangkat desa setempat. Seluruh pihak berkoordinasi untuk mempercepat perbaikan agar mobilitas warga bisa kembali normal.

Tanggul jebol sepanjang 25 meter

Kepala Desa Kebonagung Turyadi menjelaskan bahwa tanggul Sungai Tuntang di sisi kiri jebol sekitar pukul 03.00 WIB pada Senin (16/2).

Panjang tanggul yang jebol mencapai 25 meter, sementara badan jalan beton yang ikut tergerus mencapai sekitar 20 meter. Kerusakan tersebut membuat jalan provinsi ini tidak bisa dilewati sama sekali.

Hingga kini, jalur Kebonagung–Gubug masih ditutup total sambil menunggu proses perbaikan. Pengendara diimbau menggunakan jalur alternatif melalui Pantura dan tetap berhati-hati, terutama saat melintas di wilayah yang terdampak banjir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang