Viral Jalan Utama ke Dieng Via Ratamba Disebut Putus Total, BPBD Banjarnegara: Tidak Benar
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara menanggapi beberapa video di media sosial yang menyebutkan jalan utama menuju kawasan wisata Dieng terputus total akibat longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aji Piluroso menegaskan informasi tersebut tidak benar.
Ia menyatakan, ruas jalan yang terdampak bukan merupakan jalur utama menuju Dieng, melainkan salah satu jalur alternatif.
"Ya tidak benar, yang longsor merupakan salah satu jalur alternatif ke Dieng," ujar Aji dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (7/3/2026).
Sebelumnya, sebuah video yang diunggah akun Instagram @ber****** dan salah satu akun media nasional, Jumat (6/3/2026), menyebutkan bahwa jalan utama dari Banjarnegara menuju kawasan wisata Dieng tertutup total akibat longsor pada Rabu (4/3/2026).
Dalam narasi video tersebut disebutkan bahwa longsor terjadi setelah cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir hingga menyebabkan jalan amblas dengan kedalaman sekitar 50 meter.
Penyebab Jalur ke Dieng Longsor
Aji menjelaskan bahwa ruas jalan yang mengalami kerusakan berada di jalur alternatif Karangkobar–Batur yang melewati wilayah Pejawaran.
Menurut dia, lokasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian pergerakan tanah di Ratamba yang sebelumnya sudah terjadi pada 21 Januari 2025.
"Itu rangkaian kejadian pergerakan tanah di Ratamba yang terjadi 21 Januari 2025, jalan tersebut merupakan ruas jalan Karangkobar-Batur yang menjadi salah satu jalan ke Dieng yang melalui Pejawaran," jelas Aji.
"Setelah kejadian Januari 2025, arus jalan sudah dialihkan ke jalan lain, jalan tersebut hanya sebagai jalan darurat saja untuk roda dua," tambahnya.
Aji menjelaskan, saat ini jalan yang longsor sudah tidak bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.
Oleh sebab itu, ia mengimbau pengguna jalan untuk mengambil jalur lain menuju Dieng.
"Perlu ditekankan bahwa jalan tersebut bukan satu-satunya jalan ke Dieng," tandas Aji.
Aji juga menyampaikan, kerusakan jalan akibat longsor tersebut memiliki panjang sekitar 30 meter.
Ia menambahkan, kerusakan yang terjadi saat ini merupakan lanjutan dari peristiwa sebelumnya sehingga kondisi jalan menjadi semakin parah.
Jalur Lain Menuju Dieng
Pemerintah daerah sebenarnya telah merencanakan perbaikan jalan tersebut pada tahun ini. Namun, setelah terjadi longsor susulan, rencana penanganan akan dikaji kembali.
Hal itu karena berdasarkan kajian Badan Geologi, kawasan tersebut berada di jalur patahan yang rawan mengalami pergerakan tanah.
Meski demikian, masyarakat yang ingin menuju kawasan wisata Dieng masih dapat menggunakan jalur lain yang tetap bisa dilalui kendaraan.
Aji menyebutkan beberapa jalur alternatif menuju Dieng yang masih aman dilalui, di antaranya melalui jalur Wanayasa-Batur maupun jalur Sidengok.
"Jalur utama adalah jalan provinsi yang lewat Wanayasa-Batur," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang