Viral, Video Kakek Sakit di Bandung Barat Diangkut Ekskavator akibat Akses Jalan Terputus

Unggahan video yang memperlihatkan seorang kakek sedang sakit dibawa menggunakan ekskavator saat hendak berobat di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, ramai diperbincangkan di media sosial.
Rekaman tersebut diunggah akun TikTok @bppberkah***.
Dalam tayangan itu, tampak seorang kakek duduk di dalam bucket ekskavator bersama anak perempuannya.
Keduanya melewati jalur sempit berupa tanah dan bebatuan.
Sang anak terlihat menangis sambil memeluk ayahnya yang memejamkan mata.
Sesekali, kakek tersebut tampak mengusap kepala anak perempuannya ketika tangisan semakin pecah.
Di tengah perjalanan, sopir ekskavator meminta bantuan para pekerja proyek yang sedang membangun jalan di sekitar lokasi.
"Bantu tolong gotong bapak ini," ucap sopir ekskavator dalam bahasa Sunda.
Permintaan itu direspons para pekerja dengan menggotong kakek tersebut untuk dibawa melewati jalan setapak.
Hingga Selasa (16/12/2025), video viral kakek sakit yang diangkut menggunakan ekskavator menuju fasilitas kesehatan itu telah ditonton lebih dari 2 juta kali.
Apa yang terjadi?
Peristiwa tersebut terjadi karena akses jalan di kampung tempat tinggal korban masih dalam tahap pembukaan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas.
Hasil penelusuran Kompas.com mengungkapkan, kakek dalam video itu adalah Anung Asmarawijaya (80), warga Kampung Cibangkonol, RT 03 RW 04, Desa Jati, Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat.
Kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (13/12/2025) siang.
Dalam video yang beredar, Anung terlihat berada di dalam bucket ekskavator sambil dipeluk anak perempuannya, menahan sakit ketika melewati jalur berbatu.
Penjelasan pemerintah desa setempat
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Jati, Iyep Saripudin, membenarkan kejadian tersebut.
Menurutnya, Anung terpaksa diangkut menggunakan alat berat karena kondisi jalan tidak memungkinkan dilalui kendaraan.
"Betul itu warga kami yang diangkut pakai alat berat. Kejadiannya kemarin Sabtu siang. Beliau sakit lambung dan mau pergi ke klinik," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (15/12/2025).
Iyep menegaskan jalur yang dilewati ekskavator bukan jalan rusak, melainkan akses baru yang sedang dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupa jalan dan jembatan penghubung Desa Jati dengan Desa Girimukti.
"Jadi itu bukan jalan rusak, tapi sedang ada pembukaan jalan baru dan pembuatan jembatan penghubung desa Jati menuju Girimukti. Supaya pertolongan cepat, jadi warga inisiatif pakai alat berat," kata Iyep.
Ia menyebutkan, tindakan cepat warga justru membantu menyelamatkan nyawa Anung.
Kondisinya membaik
Setelah mendapatkan perawatan tenaga medis, kondisi lansia tersebut perlahan membaik.
"Memang Pak Anung ini sudah tua, jadi sering sakit-sakitan. Alhamdulillah sekarang kondisinya mulai membaik," sebut Iyep.
Pernyataan serupa disampaikan Ketua RW 04 Kampung Cibangkonol, Bubun.
Ia menekankan penggunaan ekskavator bukan disebabkan jalan rusak, melainkan karena akses menuju rumah Anung hanya berupa jalan setapak yang terputus hingga perairan Waduk Saguling.
"Jadi itu bukan jalan rusak, tapi justru sedang ada pembukaan akses untuk pembuatan jembatan apung di atas Waduk Saguling. Rumah abah itu ada di ujung, dan jalannya cuma jalan setapak karena akses mati ke sungai," jelas dia.
Bubun menuturkan, saat kejadian ekskavator memang sedang berada di lokasi proyek pembukaan jalan. Kondisi jalur tersebut tidak memungkinkan dilalui kendaraan bermotor.
"Kebetulan ekskavatornya ada di bawah. Waktu itu mau saya bawa ke rumah sakit, abah menolak. Akhirnya kita naikkan ke ekskavator terus dibawa ke bidan. Kalau pakai kendaraan enggak memungkinkan," ujarnya.
"Untuk jarak abah dibawa pakai ekskavator itu sekitar 350 meteran, sesuai dengan proyek pembuatan jalan," kata Bubun.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang