Banjir Sanggau Rendam Ratusan Rumah, Akses Perbatasan Indonesia-Malaysia Putus

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, sejak Sabtu (10/1/2026) hingga Senin (12/1/2026), memicu banjir bandang.
Bencana ini menyebabkan ratusan rumah warga terendam dan memutus total akses transportasi di sejumlah titik strategis wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.
Komandan Kodim (Dandim) 1204/Sanggau, Letkol Kav Slamet Purwanto, mengonfirmasi bahwa luapan air sungai telah merendam empat kecamatan utama di wilayah tersebut.
"Luapan air akibat intensitas hujan tinggi membuat beberapa kecamatan terdampak, antara lain Kecamatan Entikong, Sekayam, Noyan, dan Beduai," ujar Slamet, Senin (12/1/2026).
Kecamatan Sekayam Terdampak Paling Parah
Berdasarkan data hingga Minggu (11/1/2026) pukul 08.30 WIB, Kecamatan Sekayam dilaporkan menjadi wilayah dengan dampak kerusakan paling signifikan. Banjir merendam Desa Pengadang, Desa Sotok, dan Desa Balai Karangan dengan ketinggian air mencapai 2 meter.
Berikut rincian dampak banjir di Kecamatan Sekayam:
- Desa Pengadang: Banjir menggenangi 45 hektare lahan dan berdampak pada 138 kepala keluarga (KK).
- Desa Sotok: Sebanyak 185 KK terdampak luapan air.
- Desa Balai Karangan: Sedikitnya 471 unit rumah terendam, menyebabkan aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh total.
Akses Jalan Lintas Malindo Putus
Selain permukiman, infrastruktur jalan nasional juga terdampak serius. Banjir menggenangi Jalan Lintas Malindo yang menghubungkan Sekayam–Entikong serta jalur Balai Karangan–Sekayam–Senaning.
Ketinggian air di badan jalan mencapai 115 sentimeter, sehingga mustahil dilalui oleh kendaraan roda empat maupun roda enam.
"Akses sementara hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dengan bantuan rakit dan perahu milik warga," jelas Letkol Kav Slamet Purwanto.
Kondisi di Entikong dan Beduai
Berbeda dengan Sekayam, kondisi di Kecamatan Entikong dilaporkan mulai berangsur membaik. Debit air mulai menyusut dan warga terpantau mulai membersihkan sisa-sisa lumpur di kediaman masing-masing.
Sementara itu, di Kecamatan Beduai, banjir merendam Dusun Beringin dan Dusun Beduai di Desa Bereng Bekawat. Tercatat 60 KK terdampak dengan ketinggian air rata-rata 50 sentimeter.
Meski Jalan Lintas Malindo ruas Beduai–Sekayam masih bisa dilewati, pengguna jalan diminta waspada karena genangan air setinggi 15 sentimeter masih menutupi aspal.
Penanganan Darurat dan Imbauan Masyarakat
Hingga saat ini, personel gabungan dari Kodim 1204/Sanggau, Satgas Pamtas Yon Arhanud 1/Kostrad, BPBD Sanggau, Polri, dan pemerintah daerah setempat terus bersiaga di lokasi bencana. Beruntung, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa.
Dandim Slamet menegaskan bahwa pihaknya menyiagakan personel selama 24 jam penuh untuk mengantisipasi potensi banjir susulan, mengingat curah hujan yang masih fluktuatif.
"Hingga Minggu siang kemarin, hujan masih mengguyur sebagian wilayah Sanggau dan genangan banjir di sejumlah titik belum menunjukkan tanda-tanda surut signifikan," pungkasnya.
Masyarakat diimbau untuk segera melapor ke posko darurat apabila debit air kembali meningkat atau membutuhkan evakuasi medis.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang