Ayah Tiri Sempat Bantu Cari Alvaro saat Hilang, Ternyata Pelaku Utama
Kasus hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6) pada Maret 2025 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, memasuki babak baru yang mengejutkan publik. Setelah berbulan-bulan tidak mendapat titik terang, keluarga akhirnya mengetahui bahwa orang yang sempat membantu pencarian di hari-hari awal justru adalah pelaku pembunuhan, ialah ayah tiri Alvaro sendiri, bernama Alex.
Nenek Alvaro, Sayem, mengungkapkan bahwa Alex bahkan ikut mendatangi berbagai tempat untuk mencari sang cucu. Hal itu dilakukan ayah tiri cucunya seakan tidak memiliki salah.
Anak bernama Alvaro Kiano Nugroho yang kini masih dalam pencarian
“Dia (ayah tiri) sampai nganterin ke Polsek, Polda, jadi kayak orang gak punya salah aja gitu. Terus nganterin saya ke orang pinter gitu, ya, ke Karawang dan Bogor,” ujar Sayem di Jakarta pada Senin, 24 November 2025.
Ia menambahkan, pelaku sempat membuat alibi dan berusaha terlihat tidak terlibat. Namun gelagat Alex mulai membuat keluarga curiga karena setelah awal pencarian, ia justru menghilang dan tidak lagi memberikan kabar.
Kakek Alvaro, Tugimin (71), memberikan pengakuan serupa. Ia mengatakan bahwa Alex ikut mencari cucunya pada hari kejadian, bahkan sempat mengantarnya ke Polsek Pesanggrahan untuk membuat laporan resmi.
“Kira-kira jam 11.00 WIB, dia ikut nyari, ikut nyari Alvaro di mana beradanya. Terus jam 11 itu saya ke Polsek. Dia nganter saya, ke Polsek untuk laporan kehilangan anak,” tutur Tugimin.
Kejanggalan lain juga terungkap dari kronologi dua hari sebelum Alvaro dinyatakan hilang, tepatnya pada 4 Maret 2025. Pada hari itu, Alex datang ke rumah keluarga yang juga menjadi tempat tinggal Alvaro. Tugimin mengenang bahwa Alex bersikap baik dan bahkan membelikan mainan untuk sang cucu.
“Ketemu sama pelaku di sini, di rumah. Malah beliin mainan,” ungkapnya.
Sikap ini membuat keluarga tidak pernah menyangka bahwa Alex adalah dalang di balik hilangnya Alvaro. Fakta tersebut baru terkuak setelah penyelidikan polisi mengarah padanya. Namun kini Alex dinyatakan telah meninggal dunia saat berada di Polres Metro Jakarta Selatan, sehingga proses hukum tidak dapat dilanjutkan.
Alvaro akhirnya ditemukan setelah delapan bulan dinyatakan hilang. Polisi menemukan jasadnya dalam kondisi tinggal kerangka di Kali Cilalay, Bogor, Jawa Barat. Identitasnya akan dipastikan melalui tes DNA untuk memastikan bahwa temuan tersebut benar adalah Alvaro.