Siswa SMK di Ambon Tewas Gantung Diri Pakai Dasi Sekolah, Tulis Surat Menyentuh Buat Orang Tuanya

Lokasi siswa SMK Muhammadiyah Kota Ambon gantung diri
Lokasi siswa SMK Muhammadiyah Kota Ambon gantung diri

Seorang siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) Muhammadiyah Kota Ambon, Maluku, berinisial R (16), ditemukan tewas usai gantung diri di rumahnya.

Ia ditemukan tewas oleh ayahnya dalam keadaan tergantung diri menggunakan seutas dasi sekolah, pada Selasa, 18 November 2025, sekitar Pukul 11.30 WIT. Hal itu dibenarkan Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Kota Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Janet Luhukay.

"Pada saat korban ditemukan tewas dalam kondisi gantung diri dibawah tiang restock ruang tamu, saat orang tua korban yang bernama Sammy Djafar (62) usai mengantar kakak Korban ke salah satu kampus di Kota Ambon, Maluku," kata Luhukay.

Ipda Janet menambahkan, pada saat tiba di rumahnya ayah korban melihat rumah dalam keadaan terkunci, kemudian ia memanggil istrinya dan korban namun tidak menjawab dari dalam rumah.

"Akibat tidak ada jawaban dari dalam rumah ayah korban langsung berinisiatif membuka jendela di samping rumah, usai membuka jendela ayah korban dikejutkan saat melihat anaknya dalam kondisi gantung diri," kata dia.

Atas kejadian itu, ayah korban langsung mengambil sebilah pisau untuk memutuskan seutas dasi yang sementara terlilit di leher korban, selanjutnya ia langsung keluar rumah dan meminta bantuan warga setempat untuk menolong korban, serta melaporkan kejadian itu ke aparat kepolisian setempat.

"Selain itu, salah satu temanya korban saat hari itu tidak melihat korban tidak pergi sekolah, dia langsung menelpon melakukan panggilan video dengan korban, temannya langsung menanyakan ke korban kenapa tidak datang sekolah namun korban memberitahukan ia sementara terkunci oleh Ibu dari korban, saksi hendak mau ke rumah namun korban terkunci dari dalam rumah," katanya.

Sementara itu, sebelum korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri itu, korban menuliskan catatan di selembar kertas, isinya 'mama atau bapa tolong buka saya punya henpon lalu bacakan dengan hati dalam hati'.

Dengan dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, keluarga korban telah mengikhlaskan kematian anaknya dan menolak untuk membawa korban ke RS serta menolak untuk dilakukan proses autopsi terhadap jenazah korban. Sebab, tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan murni korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Bunuh diri bukanlah solusi. Jika anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis dan memiliki pikiran untuk bunuh diri, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Segera hubungi psikolog, psikiater, atau layanan bantuan darurat terdekat.

Laporan: Usman Mahu