Ayah Selamatkan Putrinya yang Disekap 48 Jam di Penginapan Tasikmalaya, Pelaku Dikunci di Kamar

Upaya seorang ayah di Tasikmalaya, Jawa Barat, menyelamatkan anak perempuannya berakhir dramatis setelah ia menemukan putrinya, RN (15), dalam kondisi lemas dan lusuh di sebuah kamar penginapan di Kecamatan Tawang, Rabu (26/11/2025).
RN diketahui telah hilang kontak sejak Senin (24/11/2025) dan belakangan terungkap disekap selama 48 jam oleh sekelompok remaja, dua di antaranya masih di bawah umur.
Ayah korban, AS (49), menjadi sosok kunci dalam penemuan ini. Ia mencari putrinya tanpa henti selama dua hari sebelum akhirnya melacak titik lokasi yang sempat dikirimkan RN melalui telepon genggamnya sebelum dirampas para pelaku.
“Saya cari anak dari hari Senin, dan baru ditemukan Rabu siang di penginapan bareng dua cowok di kamar,” ujar AS di Mapolres Tasikmalaya Kota.
Korban RN sempat hilang kontak sejak Senin petang.
Keluarga yang panik langsung melapor ke Polsek setempat karena RN tak pulang dan tidak bisa dihubungi.
Selama dua hari, AS terus menelusuri berbagai lokasi. Titik terang baru muncul saat RN sempat mengirimkan titik lokasi menggunakan ponselnya sebelum perangkat itu dirampas pelaku.
Lokasi tersebut mengarah ke sebuah penginapan di Jalan Komalasari, Kecamatan Tawang, Tasikmalaya.
AS tiba di penginapan sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (26/11/2025).
Sandal di Depan Pintu Jadi Petunjuk Kunci
Saat menyusuri lorong penginapan, AS menemukan petunjuk yang membuatnya yakin yakni sepasang sandal yang ia kenali sebagai milik RN berada di depan salah satu kamar.
Tanpa menunggu lama, AS membuka pintu kamar tersebut.
“Setelah dibuka pintu kamar ternyata benar ada anak saya lagi duduk di samping kasur,” tuturnya.
RN ditemukan hanya mengenakan baju dan dibalut sarung. Ia terlihat lemas, sementara dua remaja, yakni IR (17) dan AK (17), tertidur di dalam kamar.
Dua pelaku lainnya, DFS (24) dan DY (21), diketahui berada dalam rombongan namun tidak berada di kamar saat penemuan.
AS langsung membawa RN keluar dan mengunci pintu kamar dari luar, memastikan para pelaku tidak kabur hingga polisi tiba.
Korban Disekap dan Diperkosa
Dalam pengakuan yang diterima ayahnya, RN mengatakan bahwa ia disekap sejak Senin hingga Rabu. Selama penyekapan itu, RN mengaku diperkods sebanyak empat kali oleh IR dan AK, dua remaja di bawah umur yang ditemukan bersamanya di kamar.
“Iya anak saya diperkods sebanyak empat kali oleh dua cowok yang saya temukan di dalam kamar. Keterangan ini didapat dari anak saya,” kata AS.
Beberapa menit setelah penemuan, aparat Polres Tasikmalaya Kota tiba di lokasi. Polisi mengamankan empat terduga pelaku:
- DFS (24)
- DY (21)
- IR (17)
- AK (17)
Pamapta I Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Diva Chaila, membenarkan adanya dugaan penyekapan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.
“Jadi hari ini kami mendatangi TKP terkait dugaan penyekapan seorang wanita di bawah umur yang dilakukan pelaku dua orang di bawah umur, dan dua orang lagi sudah dewasa,” jelas Ipda Diva.
Dari lokasi, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain:
- satu unit sepeda motor,
- beberapa botol minuman keras,
- pakaian,
- seprai,
- dan telepon genggam milik pelaku.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, mengatakan bahwa korban akan segera menjalani pemeriksaan medis.
“Mungkin besok si korban akan dibawa ke rumah sakit untuk dicek dan divisum,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa penyidik masih mendalami motif para pelaku.
Penjaga Penginapan Tak Tahu Ada Korban di Dalam Kamar
Penjaga penginapan, Faisal, mengaku tidak mengetahui bahwa seorang anak di bawah umur telah dua hari berada di dalam kamar.
Ia mengatakan bahwa penyewa kamar dikenal sebagai montir sehingga tidak menaruh curiga.
Orang tua RN berharap polisi memberikan hukuman setimpal kepada para pelaku atas tindakan yang telah mereka lakukan.
“Kami ingin pelaku dihukum seberat-beratnya,” ujar AS.
Sebagian Artikel Telah Tayang Di Kompas. com dengan Judul dan TribunJabar.id dengan judul Remaja Tasikmalaya yang Disekap, Selamat Berkat Kecerdikannya,
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang