Eks Juventus Sebut Kenan Yildiz Akan Bersinar di Man City atau Real Madrid
Mantan pemain Juventus, Massimo Mauro, memberikan pandangan menarik terkait masa depan bintang muda Kenan Yildiz.
Massimo Mauro menilai Kenan Yildiz memiliki kualitas besar, tetapi belum mampu memikul peran sebagai pemimpin di lingkungan Juventus saat ini.
Menurutnya, Yildiz justru bisa mencapai potensi tertinggi jika bergabung dengan klub seperti Man City atau Real Madrid.
Mauro mengakui bahwa secara teknis, Kenan Yildiz merupakan salah satu talenta terbaik yang dimiliki Bianconeri.
Namun, ia menilai sang pemain belum berada pada fase untuk menjadi sosok sentral dalam skuad.
"Dia adalah pemain terpenting yang dimiliki Juventus, bersama dengan Thuram dan Cambiaso, pemain yang patut untuk dikembangkan," ujar Mauro kepada La Gazzetta dello Sport.
Menurut Mauro, Yildiz belum menjadi figur utama yang mampu memimpin proyek besar klub.
Masalahnya, lanjutnya, lingkungan tim saat ini belum mendukung Yildiz untuk berkembang sebagai pemimpin.
Belum Berkarakter Pemimpin
Massimo Mauro menjelaskan bahwa Yildiz mungkin tidak memiliki karakter alami untuk menjadi pemimpin utama.
Kendati demikian, justru akan berkembang pesat jika tidak menanggung tanggung jawab berlebihan.
"Masalahnya, Kenan belum menjadi pemain kelas dunia, sang juara yang dibutuhkan Juventus. Lingkungannya belum tepat untuk menghadapi nasib tim sepenting itu," tegas Mauro.
"Mungkin dia tidak memiliki sifat-sifat seorang pemimpin; dia bisa menjadi pemain nomor dua yang hebat, tetapi membutuhkan pemain nomor satu di sampingnya."
Mauro mencontohkan bagaimana sosok-sosok besar seperti Vialli, Baggio, dan Ravanelli mengelilingi Del Piero di awal kariernya.
Mantan pemain sepak bola Italia Alessandro Del Piero sebelum menyaksikan pertandingan sepak bola Liga Champions antara Juventus vs Benfica di Stadion Allianz di Turin, Italia, pada 29 Januari 2025. (Photo by Marco BERTORELLO / AFP)
Menurutnya, dukungan semacam itu penting agar pemain muda tidak terbebani.
Sorotan Soal Status Kapten dan Nomor 10
Yildiz sudah mengenakan nomor 10 Juventus selama tiga musim, bahkan sempat dipercaya menjadi kapten oleh Igor Tudor.
Namun, Mauro tidak sepenuhnya setuju dengan keputusan tersebut.
“Kaos nomor 10 bukanlah sebuah kesalahan,” bantah pria kelahiran Catanzaro pada 24 Mei 1962.
"Menjadikannya kapten, menurut saya, adalah keputusan yang tepat. Karena dia tidak memiliki karakteristik yang dibutuhkan untuk menjadi kapten."
Ia menyebut bahwa Yildiz harus dulu beradaptasi secara budaya dan bahasa.
tama, saya harap dia mulai melakukan wawancara dalam bahasa Italia," kata Massimo Mauro.
"Kemudian, untuk menjadi kapten, Anda harus menjadi panutan bagi klub, rekan satu tim, dan para penggemar."
"Dia akan sangat cocok di Manchester City atau Real Madrid, di mana tanggung jawab dibagi di antara lima atau enam pemain," pungkasnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.