"Como Lebih Layak ke Liga Champions daripada AC Milan dan Juventus"

Como 1907, Liga Italia, Juventus, AC Milan, Serie A, Marco Simone,

Legenda AC Milan, Marco Simone, kagum dengan proyek Como. Ia bahkan menyebut Como 1907 lebih layak lolos ke Liga Champions ketimbang Milan dan Juventus.

Como 1907 racikan Cesc Fabregas sudah dipastikan akan lolos ke kompetisi antarklub Eropa musim depan.

Klub yang dimiliki oleh Grup Djarum tersebut tak akan bisa finis lebih rendah dari posisi yang mereka duduki sekarang, yakni peringkat enam.

Dalam sisa dua pertandingan Liga Italia 2025-2026 ke depan, Como masih punya kepentingan untuk menentukan di kompetisi mana mereka akan bermain musim depan, apakah Liga Champions atau Liga Europa?

Sebab, saat ini Como masih sangat berpeluang finis di empat besar alias zona Liga Champions.

Como asuhan Cesc Fabregas sekarang meraup 65 angka usai 36 kali bertanding. Mereka cuma terpaut tiga poin dari tim peringkat tiga, Juventus (68 poin) dan dua angka dari AC Milan (67) yang menghuni posisi empat.

Como 1907, Liga Italia, Juventus, AC Milan, Serie A, Marco Simone,

Bek Como, Mergim Vojvoda, merayakan gol pertama timnya bersama pelatih Cesc Fabregas pada laga Serie A Italia antara Juventus dan Como di stadion Allianz di Turin pada 21 Februari 2026.

Simone Kagumi Permainan dan Proyek Como 

Peringkat lima ditempati oleh Roma yang punya poin identik dengan Como, tim yang baru musim lalu promosi ke Serie A Liga Italia.

"Untuk kualitas permainan dan proyeknya, ya," ujar Marco Simone kala ditanya apakah Como lebih pantas lolos ke Liga Champions ketimbang AC Milan.

"Mereka berinvestasi dengan cara yang seimbang, tetapi dengan proyek yang jelas dan mudah dipahami," ucap pria yang semasa bermain pernah membela Como dan AC Milan itu.

"Dari cara mereka menjalankan filosofi mereka, mereka lebih layak pergi ke Liga Champions daripada Milan dan Juventus," ucap Simone yang saat ini menjabat sebagai presiden sekaligus pelatih tim sepak bola putri Monaco United.

Simone melihat eks timnya, AC Milan, telah banyak berubah. Ia merasa Rossoneri tak lagi memiliki pemain yang mampu membawa karakter klub.

AC Milan Kehilangan Aura

AC Milan kini tengah mengalami penurunan performa lantaran hanya menang dua kali dalam delapan laga terkini di Serie A.

"Milan bukan lagi Milan, status, sejarah, kebesaran nama, semua komponen yang sudah tidak lagi terasa di lapangan."

"Ini harus segera diperbaiki, karena hal ini sudah terjadi selama beberapa tahun dengan terlalu banyak perubahan di dalam klub, dengan presiden dan direktur yang absen."

"Lalu tim juga seharusnya memiliki lebih banyak pemain penting, pemain khas Milan, bukan hanya penyerangnya."

"Hanya Modric yang memiliki karisma tertentu, dengan status tertentu. Dibutuhkan klub dan tim yang benar-benar layak untuk Milan."

Marco Simone, yang pernah mengantar Milan menjadi juara Liga Champions 1989-1990 dan 1993-1994, juga membahas soal Rafal Leao.

Leao disebut Simone punya talenta apik, tetapi tak pernah mampu menampilkannya dalam satu musim secara penuh.

"Dia memiliki kualitas yang pantas untuk Milan. Namun dia tidak memiliki kemampuan untuk menampilkannya secara konsisten."

"Kadang-kadang dia bahkan bisa memenangkan pertandingan sendirian, tetapi itu tidak cukup, terlalu sedikit."

"Dengan kualitas yang dia miliki, dia seharusnya bisa melakukan jauh lebih banyak. Sekarang hubungan dengan para suporter juga semakin memburuk."

"Saya kesulitan memahami apakah dia masih bisa diberi waktu lagi, hubungan itu tampaknya sudah sangat rusak," ucap Simone menanggapi cercaan yang banyak dialamatkan fan kepada Leao belakangan ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang