Kata Guardiola Usai Everton Vs Man City 3-3, Nasib Tak Lagi di Tangan City
Nasib Man City dalam persaingan menuju gelar juara Liga Inggris tak lagi berada di tangan mereka sendiri usai mereka tertahan seri. Hasil Everton vs Man City 3-3.
Pertandingan Liga Inggris 2025-2026 Everton vs Man City di Stadion Hill Dickinson, Senin (4/5/2026) atau Selasa dini hari menghasilkan festival enam gol.
Man City butuh gol "telat" Jeremy Doku pada menit ke-90+7 untuk terhindar dari kekalahan.
Tim tuan rumah Everton menunjukkan reaksi apik setelah mereka ketinggalan lebih dulu akibat kemasukan gol pertama Doku pada menit ke-43.
Everton lantas berbalik unggul 3-1 di babak kedua berkat dwigol Thierno Barry (68', 81') yang mengapit torehan Jake O'Brien (73').
Man City asuhan Pep Guardiola menjaga asa meraih angka setelah Erling Haaland (87') menipiskan skor jadi 2-3, tujuh menit jelang waktu normal berakhir.
Gol kedua Doku di masa injury time kemudian memastikan Manchester City tak pulang dari markas Everton dengan tangan kosong.
“Performa yang sangat bagus. Kami bermain luar biasa di babak pertama. Benar-benar sangat bagus," kata pelatih Man City, Pep Guardiola, dilansir dari BBC.
"Di babak kedua, mereka meningkatkan permainan dan kami mungkin tidak seagresif sebelumnya, lalu tentu saja kami kebobolan."
"Setelah mereka bangkit, mereka memainkan pertandingan khas Inggris, sangat agresif, sangat, sangat agresif dalam duel. Namun secara keseluruhan, kami menampilkan performa yang sangat baik,” ucap Guardiola menambahkan.
Guardiola menjelaskan bahwa Man City bermain sesuai yang diinginkannya sebelum jeda babak.
“Lebih sulit bagi mereka untuk membongkar pertahanan kami dibandingkan kami membongkar pertahanan mereka. Kami tampil luar biasa."
"Kami sering mencapai garis akhir, melepaskan tembakan, dan menciptakan peluang, dan itu tidak mudah karena mereka bertahan dengan sangat baik, dengan 10 pemain di belakang bola lalu melakukan transisi lewat Beto dan (Kiernan) Dewsbury-Hall."
"Kami mengambil satu poin dan sampai semuanya selesai, kami akan terus berjuang,” ujar pelatih kelahiran Santpedor, Spanyol, tersebut.
Jeremy Doku (kiri merayakan gol dengan rekan satu timnya dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Everton vs Manchester City di Stadion Hill Dickinson di Liverpool pada 4 Mei 2026. (Foto oleh PETER POWELL / AFP)
Nasib Tak Lagi di Tangan Man City
Hasil di markas Everton membuat Man City tak lagi memegang nasib mereka sendiri dalam balapan perburuan gelar juara.
Man City kini berada di peringkat dua klasemen Liga Inggris dengan torehan 71 poin dari 34 pertandingan.
Mereka berselisih lima angka dari sang pemuncak klasemen, Arsenal (76 poin), yang memainkan satu laga lebih banyak.
“Secara umum kami bagus dalam proses permainan kami. Kami banyak menyerang dari sisi kiri dan Doku tampil luar biasa. Sayangnya kami tidak bisa memaksimalkannya, terutama seperti yang kami lakukan di babak pertama. Bermain tandang melawan Everton selalu sulit.”
“Ini lebih baik daripada kalah. Ini menunjukkan tim seperti apa mereka,” ujar Guardiola menjelaskan.
Arsenal dalam Posisi Terdepan
Menilik situasi di klasemen, Arsenal akan menjadi juara Liga Inggris dengan menyapu bersih tiga laga terakhir dengan kemenangan, tanpa perlu melihat perolehan hasil Man City.
Di sisi lain, Man City harus berharap sang rival terpeleset di sisa laga musim ini.
“Itu tidak ada di tangan kami," kata Guardiola soal persaingan juara.
"Sebelumnya ada, sekarang tidak. Kami masih memiliki pertandingan tersisa. Kita lihat saja apa yang terjadi,” tutur eks pelatih Barcelona dan Bayern Muenchen itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang