Fabio Capello Beberkan Alasan Ronaldo Tinggalkan Real Madrid

Fabio Capello, AC Milan, bursa transfer, Fabio Capello Beberkan Alasan Ronaldo Tinggalkan Real Madrid

 Mantan pelatih kenamaan, Fabio Capello, akhirnya menguak fakta di balik keputusan tegasnya yang mendesak Ronaldo Nazario untuk angkat kaki dari raksasa Liga Spanyol (LaLiga), Real Madrid, pada Januari 2007.

Meski secara pribadi mengakui talenta fenomenal Ronaldo, Fabio Capello menegaskan bahwa disiplin menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar dalam skuadnya.

Fabio Capello mengungkapkan bahwa masalah gaya hidup di luar lapangan menjadi pemicu utama keretakan hubungan mereka.

Meski Ronaldo merupakan sosok yang dikagumi di dunia sepak bola, sang pelatih merasa perlu mengambil langkah drastis untuk menjaga profesionalisme tim, yang pada akhirnya justru memuluskan jalan sang pemain menuju AC Milan.

Dalam acara Milano Football Week, sang pelatih legendaris tersebut memberikan pengakuan jujur mengenai kualitas sang pemain yang tak tertandingi oleh siapa pun yang pernah ia latih.

Kualitas Unik di Balik Masalah Kedisiplinan

Namun, ia juga menyinggung kebiasaan sang pemain yang kurang menggemari sesi latihan keras dan pengorbanan di lapangan.

“Tanpa ragu, Ronaldo adalah pemain terbaik yang pernah saya latih,” kata Capello dikutip dari Football Italia.

"Memang, dia tidak suka berkorban atau berlatih, tetapi dia memiliki kualitas yang tidak saya lihat pada pemain lain, benar-benar unik."

Ketegasan sang manajer dalam menerapkan standar disiplin yang tinggi menjadi alasan mengapa ia tidak bisa membiarkan perilaku sang bintang di luar lapangan terus berlanjut.

Keputusan untuk menyingkirkan 'Il Fenomeno' dari skuad Los Blancos saat itu menjadi salah satu topik paling hangat dalam bursa transfer musim dingin 2007.

Kepulangan ke San Siro

Langkah kontroversial sang manajer tersebut secara tidak langsung memfasilitasi kepindahan sang striker ke AC Milan yang saat itu berada di bawah kepemilikan Silvio Berlusconi.

Kepindahan ini menjadi babak baru bagi sang pemain, yang sebelumnya memiliki memori panjang bersama rival sekota Rossoneri, Inter Milan.

Bersama klub barunya, ia sempat tampil dalam 20 pertandingan kompetitif dan mencatatkan sembilan gol serta lima assist.

Karier sang legenda akhirnya berlanjut dengan kepulangan ke tanah kelahirannya, Brasil, untuk memperkuat Corinthians sebelum memutuskan untuk pensiun dari dunia sepak bola profesional pada Februari 2011.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang