Kritik Wasit soal Kartu Kuning, Manuel Locatelli Minta Penggawa Juventus Lebih Tanpa Ampun
Kapten Juventus, Manuel Locatelli, meluapkan rasa frustrasinya setelah menerima kartu kuning akibat tuduhan diving pada laga melawan Hellas Verona, Senin (6/5/2026).
Selain mengkritik keputusan pengadil lapangan, Manuel Locatelli menegaskan bahwa skuad Juventus membutuhkan "kekerasan" serta penyelesaian akhir yang lebih klinis.
Menurut Manuel Locatelli, hal itu perlu dilakuak jika mereka ingin memastikan tempat di Liga Champions musim depan melalui kompetisi Liga Italia (Serie A) 2025-2026 .
Saat ini, posisi Manuel Locatelli dan kolega masih berada dalam persaingan sengit melawan AS Roma dan Como 1907 untuk memperebutkan tiket ke kompetisi tertinggi Eropa.
Juventus menempati peringkat keempat dengan 65 poin, hanya unggul satu poin dari AS Roma dan tiga poin dari Como 1907.
Selisih poin yang menyempit ini merupakan dampak dari hasil imbang 1-1 kontra Hellas Verona, sementara di sisi lain, Roma meraih kemenangan telak 4-0 atas Fiorentina.
Meskipun persaingan masih berada dalam kendali tim, Locatelli mendesak rekan-rekannya untuk tampil lebih tanpa ampun di sisa musim.
"Saya rasa kita sedikit kurang memiliki daya saing yang kuat di momen-momen tertentu," kata Locatelli dikutip Football Italia, Rabu (6/5/2026).
Ia juga menyoroti pentingnya ketajaman di lini depan untuk mengunci kemenangan lebih awal.
"Kita harus berusaha mencetak gol saat pertandingan masih terbuka. Ketelitian di depan gawang sangat membantu kita. Pelatih memberi tahu kita, kita butuh sedikit kegarangan ekstra," lanjutnya.
Tantangan Mental di Akhir Musim
Menghadapi tekanan di tiga pertandingan sisa musim 2025-2026, sang kapten menegaskan bahwa mentalitas pemain harus tetap kuat.
"Seperti yang selalu saya katakan, ini konsep yang familiar dalam sepak bola, kita sudah terbiasa dengan tekanan seperti ini," tegas Manuel Locatelli.
Lois Openda (kanan) merayakan gol dengan Manuel Locatelli dan Kenan Yildiz (kiri) dalam pertandingan sepak bola Serie A Liga Italia antara Juventus vs AS Roma di Stadion Allianz di Turin, Italia utara, pada 20 Desember 2025. (Foto oleh MARCO BERTORELLO / AFP)
"Yang penting adalah semuanya masih bergantung pada kita. Kita harus memainkan beberapa pertandingan berikutnya dengan kedewasaan."
"Kita berusaha, tetapi kita kekurangan keganasan itu," tambah pemain kelahiran Lecco pada 8 Januari 1998 itu.
Ia secara terbuka mengakui ketidakpuasannya terhadap performa tim saat bermain imbang dengan Verona.
"Seperti yang telah saya katakan, itu masih bergantung pada kami. Kami tidak bisa senang dengan permainan yang kami mainkan melawan Verona."
Kritik Keras soal Simulasi dan VAR
Salah satu poin utama yang memicu kemarahan Locatelli adalah kartu kuning yang diterimanya karena dianggap melakukan simulasi.
Ia merasa keputusan tersebut tidak adil, terutama di era penggunaan teknologi video.
"Sangat. Saya marah. Saya biasanya tidak membicarakan wasit, saya tidak suka itu, tetapi dia tidak bisa memberi saya kartu kuning di sana," kata Manuel Locatelli.
"Saya gugup, itulah sebabnya saya melakukan kesalahan, tetapi saya tidak berpura-pura jatuh."
"Anda tidak bisa berpura-pura jatuh dengan VAR, tidak ada gunanya memberi saya kartu kuning," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang