Arbeloa: Real Madrid Tidak Berada di Titik Terendah

Real Madrid, Liga Spanyol, Arbeloa: Real Madrid Tidak Berada di Titik Terendah

Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan bahwa timnya tidak sedang mengalami masa terburuk meskipun gagal meraih gelar domestik dalam dua musim berturut-turut.

"Saya kaget mendengar kami disebut sudah berada di titik terendah. Kalau begitu, bagaimana dengan posisi klub lain? Kami tidak pernah sampai 50 tahun tanpa gelar apa pun," ujar Arbeloa, seperti dikutip dari situs resmi klub pada Kamis (14/5/2026).

Real Madrid gagal mempertahankan kesempatan untuk menjadi juara Liga Spanyol musim 2025/2026 setelah kalah 0-2 dari Barcelona pada El Clasico, Senin (11/5).

Kekalahan tersebut sekaligus memastikan Barcelona meraih gelar juara Liga Spanyol untuk kedua kalinya secara beruntun.

Los Blancos hanya mampu menempati posisi runner-up dalam klasemen akhir.

Tekanan terhadap pelatih Arbeloa diperkirakan semakin besar karena Madrid hanya meraih dua kemenangan dari enam pertandingan terakhir di semua ajang.

Namun, mantan bek timnas Spanyol ini meyakini kondisi klub masih jauh dari krisis.

"Real Madrid berada pada level ini karena standar sangat tinggi. Saya tidak akan berani mengatakan Real Madrid tidak akan memenangkan apapun musim depan," kata Arbeloa.

Real Madrid, Liga Spanyol, Arbeloa: Real Madrid Tidak Berada di Titik Terendah

Para pemain Real Madrid bereaksi di akhir laga Liga Spanyol antara Real Betis dan Real Madrid CF di stadion La Cartuja di Sevilla pada 24 April 2026.

Dia juga optimis bahwa skuad Madrid akan tampil lebih kompetitif pada musim berikutnya.

Bagi Arbeloa, kegagalan musim ini adalah bagian dari dinamika sepak bola.

"Kami akan memiliki tim lebih kuat. Ini adalah olahraga, dan tidak ada klub yang bisa memenangkan Liga Champions atau La Liga setiap tahun," tuturnya.

Ajakan bagi Suporter

Pelatih berusia 43 tahun ini juga mengajak para pendukung untuk memberikan dukungan penuh di tengah masa sulit yang sedang dialami timnya.

"Saya selalu mengatakan Real Madrid lebih kuat ketika kami bersatu. Di masa sulit, kita harus tetap bersama seperti sebuah keluarga. Kami selalu mampu bangkit kembali," katanya.

Sementara itu, masa depan Arbeloa di Santiago Bernabeu terus menjadi perhatian publik. Nama Jose Mourinho muncul sebagai kandidat utama untuk kembali melatih Madrid pada musim depan.

Menanggapi rumor tersebut, Arbeloa memilih untuk fokus menyelesaikan musim terlebih dahulu.

"Saya mengerti semua pertanyaan mengenai masa depan saya dan Real Madrid. Namun, saya berharap keputusan saya untuk fokus pada pertandingan melawan Oviedo, kemudian Sevilla, dan Athletic Bilbao dapat dihormati," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang