April Jadi Petaka Arsenal, Man City Siap Rebut Puncak Liga Inggris
Arsenal asuhan Mikel Arteta kembali melalui jalan terjal di bulan April. Kekalahan terbaru datang dari Man City dengan skor 1-2 di Stadion Etihad pada pekan ke-33 Liga Inggris.
Bulan April menjadi ladang poin bagi Pep Guardiola yang melatih Man City, sementara di sisi lain membawa petaka untuk Arsenal racikan Mikel Arteta.
Duel Man CIty vs Arsenal di Stadion Etihad, Minggu (19/4/2026) berujung dengan skor 2-1.
Manchester City menang berkat gol Rayan Cherki (16') dan Erling Haaland (65').
Arsenal pulang dengan tangan kosong lantaran hanya bisa sekali membalas via kontribusi Kai Havertz (18') yang memanfaatkan blunder Gianluigi Donnarumma.
Hasil di Etihad ini membuat Man City bisa memangkas jarak dengan sang pemuncak klasemen, Arsenal, menjadi hanya tiga angka. Persaingan juara Liga Inggris pun kian panas.
Apalagi, Man City masih punya tabungan satu laga melawan Burnley tengah pekan ini. Andai memenangi pertandingan itu, The Citizens bisa dipastikan naik ke puncak menggusur Arsenal.
Striker Manchester City, Erling Haaland, merayakan gol kedua timnya pada laga Liga Inggris Man City vs Arsenal di Stadion Etihad di Manchester, barat laut Inggris, pada 19 April 2026.
Guardiola Panen Poin di Bulan April
Kemenangan Man City atas Arsenal juga menegaskan catatan apik Pep Guardiola pada April.
Dalam statistik yang disajikan BBC, rasio kemenangan Pep Guardiola dalam partai Liga Inggris di bulan April adalah 71,4. persen.
Dalam bulan keempat di kalender Masehi ini, Guardiola rata-rata memetik 2,53 poin per pertandingan.
Sebaliknya, April jadi periode terburuk Arteta dengan rasio kemenangan cuma 39,5 persen. Rata-rata poinnya ketika menjalani laga Premier League pada April juga hanya 1,48 poin per gim.
Kedua tim kini masih sama-sama menyisakan satu pertandingan di bulan ini. Man City akan melakoni partai tunda mereka melawan Burnley tengah pekan ini di Stadion Turf Moor, Rabu (22/4/2026).
Sementara itu, Arsenal dijadwalkan menutup bulan April dengan menjamu Newcastle di Stadion Emirates, Sabtu (25/4/2026).
Momentum kini seperti bergerak ke kubu City setelah keberhasilan mereka mengalahkan Arsenal.
Namun, bagi Guardiola, enam pertandingan sisa yang mesti dilalui timnya akan terasa sangat berat.
"Melakukannya akan sangat sulit karena Everton atau Brentford, atau Aston Villa, Crystal Palace. Pertandingan yang kami miliki."
"Bournemouth tandang. Pekan lalu mereka menang di Emirates dan Newcastle. Akan lebih sulit lagi," ucap Guardiola usai laga melawan Arsenal.
Lama di Puncak Bukan Jaminan Juara
Guardiola sadar bahwa faktanya, untuk saat ini, Arsenal masih berada di posisi satu.
Sepanjang musim ini, Arsenal berada di puncak klasemen selama 206 hari. Sementara itu, Man City hanya pernah menempati pucuk tabel selama enam hari, yakni di minggu pertama kompetisi.
"Kami sangat yakin bahwa kami bisa melakukannya. Hari ini kami kembali menunjukkan tim seperti apa kami sebenarnya. Semuanya ada di tangan kami dan bisa kami raih," tutur pelatih Arsenal, Mikel Arteta menunjukkan keyakinan.
Arsenal mesti waspada karena lama berada di klasemen tak menjamin gelar juara. Sejak Arsenal dipegang Arteta pada 2019, Man City terhitung telah empat kali menjuarai Liga Inggris.
Pada periode tersebut, justru Arsenal yang tercatat paling lama berada di puncak klasemen Liga Inggris persisnya 537 hari. City yang mampu menyabet empat titel Premier League sejak 2019 malah cuma 453 hari ada di posisi pertama.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang