Guru Rana Minta Kepercayaan Orangtua Dipulihkan: Guru Bukan Musuh Anak

Dedi Mulyadi, Subang, guru tampar siswa, guru di subang tampar siswa, Guru Rana Minta Kepercayaan Orangtua Dipulihkan: Guru Bukan Musuh Anak, Guru Bukan Musuh Anak, Dedi Mulyadi: Hukuman Harus Mengandung Nilai Pendidikan, Orangtua Diminta Tidak Mudah Memvonis, Perlu Restorasi Kepercayaan Guru–Orangtua

Mantan Bupati Purwakarta yang juga pemerhati pendidikan, Dedi Mulyadi, kembali menyoroti persoalan kedisiplinan siswa dan hubungan guru–orangtua yang belakangan kerap tegang akibat kasus hukuman di sekolah.

Ia menegaskan, tugas guru adalah mendidik, bukan melakukan kekerasan, namun kepercayaan orangtua kepada guru juga harus dijaga agar proses pendidikan berjalan sehat.

Pernyataan ini muncul usai viral video seorang guru SMP bernama Rana yang meminta agar pandangan masyarakat terhadap profesi guru diluruskan kembali.

Guru Bukan Musuh Anak

Guru Rana dalam video tersebut menyampaikan bahwa banyak guru kini bekerja dalam situasi serba salah. Di satu sisi, guru dituntut tegas; di sisi lain, tindakan sederhana seperti menegur atau memberikan hukuman ringan bisa berujung laporan orangtua.

“Guru bukan musuh anak. Guru itu orang yang ingin anak-anak berhasil. Tolong beri kami ruang untuk mendidik,” ujar Rana.

Ia menambahkan, banyak kasus viral sebenarnya berawal dari miskomunikasi antara guru dan orangtua.

Dedi Mulyadi: Hukuman Harus Mengandung Nilai Pendidikan

Menanggapi hal itu, Dedi menyebut hukuman di sekolah tetap boleh diberikan, namun harus mengandung unsur pendidikan. Ia menolak keras penggunaan kekerasan fisik seperti memukul atau menampar.

Menurut Dedi, model hukuman seharusnya mendorong perubahan perilaku, misalnya membersihkan halaman, menyapu kelas, atau menanam pohon.

“Hukuman adalah bagian dari pendidikan. Tapi hukuman itu harus membuat anak belajar bertanggung jawab, bukan membuat mereka takut,” tegas Dedi.

Orangtua Diminta Tidak Mudah Memvonis

Dedi juga memberi pesan kepada orangtua agar tidak mudah menyalahkan guru tanpa melihat duduk perkaranya. Ia mengingatkan, guru adalah figur yang menghabiskan banyak waktu dengan anak setiap hari.

“Kalau ada persoalan, komunikasikan baik-baik. Jangan langsung merekam, memviralkan, atau memarahi guru di sekolah,” katanya.

Menurutnya, hubungan harmonis antara pihak sekolah dan keluarga adalah inti pendidikan karakter.

Perlu Restorasi Kepercayaan Guru–Orangtua

Dedi menilai, situasi saat ini menunjukkan perlunya restorasi kepercayaan antara guru dan orangtua. Ia mengusulkan adanya forum komunikasi rutin antara sekolah dan wali murid, termasuk transparansi aturan disiplin sekolah.

Sementara itu, guru Rana berharap peristiwa seperti ini menjadi momentum memperbaiki cara pandang publik terhadap profesi guru yang kerap disudutkan.

“Kami hanya ingin mendidik. Kalau kepercayaan itu hilang, sekolah tidak akan pernah bisa menjalankan fungsinya,” ujar Rana.

Artikel ini tayang di TribunJabar.id dengan judul Pengakuan Rana Guru SMPN 2 Jalancagak Subang yang Viral Pukul Siswanya

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.