Top 5+ Fakta Delapan Orang Tewas Usai Pesta Miras Oplosan di Subang, Dedi Mulyadi Kecewa

Subang, miras oplosan, 5 Fakta Delapan Orang Tewas Usai Pesta Miras Oplosan di Subang, Dedi Mulyadi Kecewa, 1. Pesta Miras Berlangsung sejak 8 Februari 2026, 2. Pesta Miras Oplosan Berlanjut pada Senin, 3. Korban Tewas Mulai Berjatuhan, 4. Bupati Subang Mengaku Prihatin, 5. Gubernur Dedi Mulyadi Kecewa

Delapan orang tewas setelah nekat menggelar pesta minuman keras (miras) oplosan hampir selama 20 jam non-stop di Subang, Jawa Barat.

Korban tewas berjatuhan sejak Senin (9/2/2026) hingga Rabu (11/2/2026) setelah menjalani perawatan di beberapa rumah sakit (RS).

Sementara itu, beberapa orang dalam kondisi kritis dan masih dirawat secara intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Subang.

Berikut lima fakta delapan orang tewas usai pesta miras oplosan di Subang.

1. Pesta Miras Berlangsung sejak 8 Februari 2026

Dilansir dari TribunJabar, Kamis (12/2/2026), pesta miras oplosan yang merenggut nyawa delapan orang sudah berlangsung sejak Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.

Pesta dimulai ketika para korban mengonsumsi miras jenis gembling di kawasan Atelir, Subang Kota. Namun, mereka mencampur miras dengan serbuk minuman berenergi.

Para korban kemudian berpindah lokasi ke Cafe 88 Society sekitar pukul 22.00 WIB. Mereka pergi ke kafe tersebut utuk menghadiri acara grand opening.

Di lokasi itulah, pesta miras oplosan semakin tidak terkendali setelah korban membeli "pasokan" tambahan yang dijual di depan sebuah tempat bimbingan belajar (bimbel).

2. Pesta Miras Oplosan Berlanjut pada Senin

Pesta miras oplosan masih berlanjut hingga Senin (9/2/2026) siang. Bila ditotal, pesta miras berlangsung sekitar 20 jam.

Setelah itu, korban mulai mengeluhkan gejala keracunan, seperti sesak napas, mual, hingga muntah pada Senin malam.

Para korban kemudian dilarikan ke RSUD Ciereng dan RS PTPN Subang secara bertahap.

3. Korban Tewas Mulai Berjatuhan

Efek pesta miras oplosan sejak Minggu mulai terjadi pada Senin ketika satu per satu korban meninggal.

Pada awalnya, korban berinisial F (21) dan AZ (43) dinyatakan tewas pada Senin.

Jumlah korban tewas kembali bertambah pada Selasa (10/2/2026) ketika IB (40) dan AHM (54) dilaporkan meninggal.

Puncaknya terjadi pada Rabu (11/2/2026) ketika AR (42), TSA (37), dan YW (49), dan ADA mengembuskan napas terakhirnya.

4. Bupati Subang Mengaku Prihatin

Bupati Subang Reynaldy Putra mengaku prihatin setelah delapan orang tewas akibat menenggak miras oplosan.

Menurutnya, para korban meninggal secara sia-sia padahal mereka masih memiliki anak dan istri.

Ia meminta warga Subang untuk menjaga dirinya sendiri dan tidak berbuat nekat dengan menenggak miras oposan.

Reynaldy menegaskan bahwa perbuatan tersebut hanya merugikan diri sendiri.

"Tragedi miras oplosan ini jangan sampai terulang pada kemudian hari dan harus dijadikan pelajaran oleh semua masyarakat," katanya, dikutip dari , Kamis (12/2/2026).

5. Gubernur Dedi Mulyadi Kecewa

Reynaldy menjelaskan, ia sudah dihubungi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi setelah delapan orang tewas akibat mengonsumsi miras oplosan.

Menurutnya, Dedi menyatakan rasa kecewanya karena masih ada warga Subang yang mengonsumsi miras oplosan.

Ia berjanji untuk memberantas peredaran miras oplosan di wilayahnya, termasuk penjualan obat terlarang dan obat keras.

"Jadi, saya sudah berkomunikasi dengan Kapolres. Saya minta segera dicari dan ditindak para penjual miras oplosan ini agar tidak ada lagi korban dan menimbulkan efek jera," tandas Reynaldy.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang