Kronologi Bus Wisata Asal Banten Kecelakaan di Tol Cipali, Sopir Tewas di TKP
— Kecelakaan lalu lintas melibatkan bus rombongan wisata asal Banten terjadi di ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali), Senin (16/2/2026) dini hari.
Bus pariwisata bernomor polisi A 7709 B tersebut diketahui sedang dalam perjalanan menuju kawasan wisata Ciater, Kabupaten Subang.
Peristiwa nahas itu mengakibatkan sopir bus meninggal dunia di lokasi kejadian.
Selain itu, puluhan penumpang mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan data kepolisian, terdapat 65 orang di dalam bus saat kecelakaan terjadi.
Sebanyak 28 penumpang dilaporkan mengalami luka ringan, sementara korban lainnya selamat tanpa cedera serius.
Seluruh korban telah dievakuasi menuju RS Abdul Radjak Purwakarta.
Pihak kepolisian menyampaikan bahwa para penumpang akan dipulangkan setelah kondisi kesehatan mereka dinyatakan stabil dengan penjemputan oleh keluarga dari Banten.
Kronologi Bus Wisata asal Banten Kecelakaan di Tol Cipali
Insiden kecelakaan berlangsung di KM 78A jalur Jakarta menuju Cirebon, tepatnya di wilayah Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, sekitar pukul 04.00 WIB.
Kasat Lantas Polres Purwakarta AKP Enggar Jati Nugroho menjelaskan bahwa kecelakaan melibatkan bus pariwisata yang diduga menabrak truk di depannya saat melaju di jalur tol.
"Setelah ditabrak, bus terpental ke kiri dan membentur pembatas jalan," kata Enggar, dikutip dari TribunJabar, Senin (15/2/2026).
"Truk yang terlibat sementara melarikan diri dan masih kami lakukan pengejaran," tambahnya.
Benturan tersebut menyebabkan sopir bus meninggal dunia di tempat.
Sementara itu, sebagian penumpang mengalami luka ringan akibat kerasnya guncangan saat kendaraan kehilangan kendali.
Kesaksian Penumpang Korban Kecelakaan Bus Wisata
Salah satu penumpang, Eti Yanti (37), menceritakan detik-detik kejadian ketika bus tiba-tiba mengalami benturan keras saat perjalanan menuju Ciater.
Menurutnya, tidak ada tanda bahaya sebelumnya ketika bus melaju di Tol Cikopo–Palimanan pada dini hari tersebut.
Ia yang duduk di sisi kanan bus mengaku tidak menyadari situasi sebelum kecelakaan terjadi.
"Enggak tahu apa-apa, tahu-tahu sudah nabrak saja. Darah sudah keluar," ujar Eti di ruang IGD RS Abdul Radjak, Purwakarta, dikutip dari TribunJabar, Senin (16/2/2026).
Ia menuturkan bus mendadak oleng ke arah kiri sebelum akhirnya menghantam pembatas jalan.
Suasana di dalam kendaraan seketika berubah panik setelah benturan keras terjadi.
"Busnya oleng ke kiri, nabrak pembatas jalan. Di dalam semua teriak-teriak, pada nyebut (asma Allah) dan istigfar," ujar Eti.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab kecelakaan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang