Lagi? Siswa Ngaku Ditampar Guru Usai Panjat Tembok Sekolah Hingga Roboh, Orang Tua Mengamuk

Siswa Ngaku Ditampar Guru Usai Panjat Tembok Sekolah Hingga Roboh
Siswa Ngaku Ditampar Guru Usai Panjat Tembok Sekolah Hingga Roboh

Baru-baru ini media sosial tengah dihebohkan dengan kasus siswa yang ngaku ditampar guru yang menjadi perbincangan publik Tanah Air, Kejadian tersebut terjadi lagi yang sebelumnya sempat viral ada seorang siswa yang ditampar usai ketahuan merokok di lingkungan sekolah.

Kali ini, terjadi di SMP 2 Subang setelah seorang orang tua murid meluapkan kemarahannya atas tindakan guru terhadap anaknya. Peristiwa ini bermula ketika anaknya melaporkan telah ditampar guru karena memanjat tembok sekolah hingga roboh.

Ilustrasi ruang kelas/sekolah

Dalam unggahan di media sosial, orang tua murid tersebut mengakui bahwa anaknya memang melakukan kesalahan dengan memanjat tembok sekolah. Namun, orang tua ini menolak tindakan guru yang dianggap menggunakan kekerasan.

Ia bahkan mengungkapkan bahwa delapan siswa lain juga diduga menerima perlakuan serupa dari guru bersangkutan.

Sementara itu, pihak guru memberikan klarifikasi terkait tuduhan tersebut. Guru itu membantah telah menampar siswa dengan keras dan menegaskan bahwa dirinya hanya memberikan teguran berupa “kepretan” ringan.

“Kalau saya tampar anak Bapak sebenarnya, anak Bapak sudah pingsan,” kata Guru dikutip VIVA dari Instagram @fakta.indo Rabu, 5 November 2025.

Kejadian ini menimbulkan perdebatan mengenai metode disiplin di sekolah. Orang tua murid menekankan pentingnya mendidik anak tanpa kekerasan fisik, sementara guru berargumen bahwa teguran ringan diperlukan untuk menjaga kedisiplinan siswa dan mencegah kejadian berulang yang membahayakan, seperti memanjat tembok sekolah.

Hingga saat ini, pihak sekolah belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden ini. Wali murid dan guru lain di SMP 2 Subang diharapkan dapat mengikuti perkembangan kasus ini untuk memastikan keselamatan dan disiplin siswa tetap terjaga.

Ilustrasi netizen Indonesia.

Ilustrasi netizen Indonesia.

Adanya kejadian viral ini langsung menjadi perbincangan warganet di kolom komentar unggahan tersebut. Banyak dari mereka yang mendukung guru lantaran siswa telah merusak fasilitas sekolah.

“Saya dukung guru sih, karena anak-anak jaman sekarang memang minim adab dan sopan santun. Asumsi saya si murid gak cuman skali ini melakukan pelanggaran. Murid dapat sanksi, orang tua murid menanggung biaya perbaikan tembok, guru pgajuan pindah sekolah,” tulis komentar warganet dalam unggahan tersebut.

“Saya dukung guru, gurunya udah benar,” timpal warganet lainnya.