Pengalaman Orang Tua dan Anak di Roblox: Hiburan Seru atau Kekhawatiran Nyata?
Platform permainan daring Roblox terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, terutama di kalangan pemain muda dan kreator game independen. Roblox bukan hanya sekadar permainan, tetapi juga menjadi ekosistem kreatif di mana pengguna dapat membuat dan membagikan pengalaman bermain mereka sendiri.
Roblox.
Penggunaan platform game online Roblox oleh anak‑anak telah menjadi topik diskusi hangat di berbagai negara, termasuk Australia.
Laporan terbaru dari ABC News, dikutip VIVA Senin 16 Maret 2026, menyoroti pengalaman nyata orang tua dan anak yang berinteraksi dengan Roblox mengungkap sisi positif hiburan digital sekaligus kekhawatiran serius tentang keselamatan anak di dunia maya.
Roblox merupakan platform permainan daring yang memungkinkan pengguna, terutama anak‑anak dan remaja, bermain berbagai game yang dibuat oleh komunitas serta berinteraksi dengan pemain lain di seluruh dunia. Aplikasi ini sangat populer di kalangan generasi muda, dengan jutaan pengguna aktif setiap hari.
Banyak anak memanfaatkan Roblox bukan hanya untuk bermain, tetapi juga untuk mengekspresikan kreativitas mereka dan bersosialisasi. Namun, pengalaman ini tidak selalu berjalan mulus ketika terjadi interaksi dengan pemain lain yang tidak dikenal.
Ada beberapa orang tua berbagi pengalaman mengkhawatirkan mereka. Seorang ayah terkejut mengetahui bahwa putranya yang berusia 14 tahun berkomunikasi dengan orang asing di Roblox tentang topik yang sangat tidak sesuai untuk anak di usia tersebut termasuk percakapan eksplisit.
Hal ini menunjukkan bagaimana chat dalam game bisa menjadi jalur yang sulit dipantau oleh orang tua.
Selain itu, beberapa orang tua juga mengalami kesulitan dalam mengatur ulang pengaturan usia anak mereka di akun Roblox. Ketidaktepatan usia yang terdaftar pada akun dapat menyebabkan anak mengakses konten yang seharusnya tidak sesuai untuk usia mereka, seperti adegan kekerasan ataupun konten dewasa lainnya.
Roblox memang dilengkapi dengan sejumlah fitur keamanan seperti kontrol orang tua, filter chat, dan pembatasan akses berdasarkan usia.
Sebagai contoh, pengguna di bawah usia 13 tahun secara default dibatasi dari fitur chat suara dan interaksi tak terkontrol; serta konten tertentu hanya dapat diakses setelah penetapan usia yang benar oleh orang tua.
Namun demikian, kenyataannya sering kali kompleks. Ada kasus ketika sistem penentuan usia awal tidak akurat dan orang tua menghadapi kesulitan untuk mengubahnya, sehingga anak bisa secara tidak sengaja memperoleh akses ke fitur yang lebih luas dari yang seharusnya.
Laporan dan diskusi dari komunitas online juga mencerminkan spektrum pandangan orang tua. Sebagian merasa perlu untuk benar‑benar mengawasi aktivitas anak di platform ini, bahkan sampai membatasi sepenuhnya. Ada pula yang merasa bahwa kontrol yang ada masih kurang efektif untuk benar‑benar menjamin keamanan anak selama bermain Roblox.
Beberapa orang tua bahkan memutuskan untuk melarang anak mereka bermain di Roblox karena khawatir terhadap potensi kontak dengan orang asing atau paparan konten yang tidak pantas meskipun keputusan itu kadang menyebabkan anak merasa dikucilkan karena tidak bisa bermain dengan teman sebaya mereka yang lain.
Fenomena ini menunjukkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pengalaman digital anak. Meskipun Roblox menawarkan peluang hiburan, edukasi kreatif, dan interaksi sosial, potensi risiko keselamatan siber tetap harus dihadapi secara serius, terutama ketika terjadi interaksi dengan pemain lain yang tidak dikenal.
Game Roblox
Orang tua disarankan untuk aktif memahami fitur kontrol, berdialog secara terbuka dengan anak tentang pengalaman online mereka, serta selalu memperbarui pengaturan keamanan sesuai dengan kebutuhan usia anak. Dengan langkah tersebut, pengalaman bermain Roblox bisa tetap menyenangkan tanpa meninggalkan risiko yang tidak perlu.