Momen 40 Harian Vidi Aldiano, Orang Tua Ungkap Rasa Syukur dan Kenangan yang Masih Terasa
Momen 40 harian kepergian Vidi Aldiano menjadi saat penuh haru bagi keluarga. Dalam suasana doa bersama yang digelar di kawasan Tanah Kusir, Jakarta Selatan, keluarga mengungkap berbagai kenangan serta rasa syukur atas dukungan yang terus mengalir dari banyak pihak.
Acara doa 40 harian tersebut digelar dengan konsep yang hangat namun tetap sederhana. Keluarga ingin memastikan suasana terasa nyaman bagi para tamu yang hadir, sekaligus menjadi momen untuk mengenang perjalanan hidup sang musisi. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Ayah Vidi, Harry Kiss, menggambarkan suasana acara yang begitu berkesan. Ia menyebut bahwa detail acara dibuat dengan penuh perhatian, bahkan menghadirkan nuansa istimewa yang membuat banyak orang terharu.
“Ini selamatan 40 harian ya, tapi rasanya ini kayak Royal Wedding. Karena apa? Bunda (Anne Avantie) itu punya standar yang tinggi banget… detail-detailnya itu luar biasa,” kata Harry Kiss pada Sabtu, 18 April 2026.
Aacara tersebut diketahui dihadiri ratusan orang secara langsung, sementara lainnya mengikuti melalui siaran daring. Kehadiran banyak orang menjadi bukti bahwa sosok Vidi masih sangat dicintai hingga kini.
“Kalau minggu lalu kira-kira hampir seribu ya, 980. Kali ini juga mungkin sekitar situ, tapi sekarang yang hadir lebih banyak daripada yang kemarin,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, ibunda Vidi Aldiano, Besbarin, juga mengungkapkan bagaimana dirinya memilih untuk tetap bersyukur meski kehilangan sosok yang sangat dicintai. Ia mengaku merasa mendapatkan kekuatan dari doa-doa yang dipanjatkan oleh banyak orang.
“Iya, Alhamdulillah sekali. Tante sangat bersyukur mendapat titipan… di mana Tante bersyukur dan sangat-sangat bersyukur,” ungkapnya.
Ia juga mengaku pernah merasakan kehadiran sang anak dalam mimpi, yang menjadi pengalaman emosional sekaligus menguatkan dirinya dalam menjalani masa-masa sulit.
“Pernah sekali. Pernah, Alhamdulillah,” tuturnya saat ditanya mengenai pengalaman tersebut.
Selain mengenang almarhum, momen 40 harian ini juga menjadi ajang untuk mempererat dukungan bagi keluarga yang ditinggalkan, termasuk menantu Vidi, Sheila Dara Aisha.
Besbarini menyebut bahwa sang menantu telah menunjukkan ketegaran sejak awal dan perlahan mampu menerima kenyataan yang ada.
“Iya, Alhamdulillah Sheila sudah siap untuk menerima kondisi ini… Tante sangat bersyukur punya menantu yang sangat luar biasa sekali,” katanya.
Menurutnya, suasana rumah hingga kini masih ramai oleh keluarga dan sahabat yang datang untuk memberikan dukungan moral. Kehadiran mereka membuat keluarga merasa tidak sendirian dalam menghadapi masa berkabung.
“Masih, Alhamdulillah sekali Sheila masih ditemenin sama adik-adiknya almarhum, dan teman-teman sahabat almarhum,” jelas Besbarini.
Meski sosok Vidi telah tiada, kenangan tentang dirinya masih terasa kuat dalam hati keluarga. Bahkan, beberapa elemen dalam acara 40 harian sengaja dibuat untuk menggambarkan karakter dan kebiasaan khas almarhum.
Salah satunya adalah hidangan favorit yang disiapkan khusus sebagai bentuk penghormatan terhadap kenangan indah bersama.
Bagi keluarga, momen ini bukan hanya tentang kehilangan, tetapi juga tentang menghargai perjalanan hidup seseorang yang telah memberi banyak arti bagi orang-orang di sekitarnya.“Ini memang Tante harapkan, jangan terbawa oleh kedukaan. Yang sudah pergi, dia sudah selesai tugasnya. Sekarang bagi kita yang hidup, menjalankan tugas kita dengan baik,” tutup Besbarini.