Ibunda Prada Lucky Kenang Anaknya: Mama Makan Sudah, Saya Sudah Memasak
Sepriana Paulina Mirpey, ibu kandung Prada Lucky Namo, mengenang anaknya sebagai sosok yang selalu mengutamakan keluarganya, terutama dirinya dan kedua adiknya.
Dalam wawancara yang disiarkan melalui YouTube Kompas TV pada Senin (3/11/2025), Sepriana mengungkapkan perasaan rindunya terhadap sang anak yang selalu penuh perhatian.
Prada Lucky, Sosok yang Menjaga Keluarga dan Aktif di Gereja
“Dia selalu menyayangi saya dan adik-adiknya,” ucap Sepriana mengenang kehangatan cinta anaknya.
Ia juga mengingat pesan yang sering disampaikan oleh Prada Lucky, “Mama nanti kalau Lucky sudah dapat kerja, nanti Lucky akan buat mama dan adik-adik bahagia.”
Prada Lucky dikenal sebagai anak yang sangat bertanggung jawab, jarang keluar rumah kecuali jika ada hal penting.
Ia lebih memilih menjaga adik-adiknya di rumah, dan aktif dalam kegiatan gereja, khususnya dalam kepemudaan gereja.
Ketika libur cuti setelah pendidikan, Lucky memilih beribadah daripada pergi bersama teman-temannya.
Keberanian dan Cita-Cita Besar Prada Lucky
Sepriana juga mengenang betapa anaknya memiliki keinginan kuat untuk menjadi tentara, mengikuti jejak ayahnya.
"Lucky memiliki cita-cita besar untuk menggantikan ayahnya," tambahnya. Untuk meraih cita-citanya sebagai prajurit TNI, Lucky menjalani tes sebanyak delapan kali.
Sepriana selalu mendampingi dan memberikan dukungan penuh untuk anaknya. “Saya seorang diri yang selalu mendampingi dan mensupport dia,” kata Sepriana.
Setiap kali gagal dalam ujian, Lucky tak jarang menangis di kamar. “Saya selalu bilang tidak apa Lucky, kegagalan itu batu loncatan untuk kesuksesan,” kenang Sepriana.
Kehilangan Ibunda Prada Lucky
Selain sebagai prajurit yang penuh tekad, Prada Lucky juga dikenal sebagai sosok yang perhatian terhadap ibunya. Sepriana mengungkapkan, salah satu hal yang paling dirindukannya adalah masakan anaknya.
"Saya paling kehilangan, anaknya pintar masak," ucap Sepriana.
Setiap kali Sepriana pulang dari gereja, Lucky sudah menyiapkan masakan untuknya.
“Mama makan sudah, saya sudah masak. Dari situ, saya kehilangan sekali,” tambahnya dengan suara terbata.
Dukungan Masyarakat untuk Keluarga Prada Lucky
Meskipun harus merelakan kepergian anaknya, Sepriana merasa terharu dengan banyaknya dukungan yang datang dari masyarakat.
"Mama hanya ingin menyampaikan terima kasih untuk semua masyarakat Indonesia dimanapun berada," ujarnya.
Meski ucapan terima kasihnya tidak dapat disampaikan secara langsung satu per satu, Sepriana meyakini bahwa seluruh ibu-ibu di dunia merasakan sakit yang sama atas peristiwa ini.
Sepriana berharap masyarakat dapat terus mengawal kasus ini hingga keadilan tercapai. "Kami berharap agar semua pelaku mendapatkan hukuman setimpal," ujarnya.
Ia juga meminta agar proses hukum dapat berjalan dengan adil demi mendapatkan keadilan bagi anaknya.
Kasus Kematian Prada Lucky Namo yang Diduga Karena Penganiayaan
Prada Lucky Chepril Saputra Namo, prajurit TNI Angkatan Darat yang bertugas di Batalion TP 834 Waka Nga Mere, meninggal dunia pada Rabu (6/8/2025), setelah diduga mengalami penganiayaan oleh seniornya.
Sebelum meninggal, Lucky sempat dirawat intensif di Unit Perawatan Intensif (ICU) RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Komandan Brigade Infanteri (Brigif) 21/Komodo, Letkol Inf Agus Ariyanto, membenarkan kematian prajurit tersebut.
Sementara itu, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto menyatakan bahwa sebanyak 20 personel TNI, termasuk seorang perwira, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus ini.
Sebagian artikel telah tayang di Kompas.com dengan judul: .
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.