Purbaya Pede Penambahan Layer Tarif Cukai Rokok Hasilkan Triliunan ke Kas Negara
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, rencana pemerintah melakukan penambahan lapisan (layer) tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) bagi rokok lokal pada tahun 2026 ini, bisa menghasilkan penerimaan negara hingga mencapai angka triliunan.
Namun, Purbaya mengaku bahwa pihaknya memang belum melakukan perhitungan resmi terkait potensi tersebut, sehingga angka pastinya belum bisa diutarakannya.
"Belum kita hitung. Tapi nanti kalau itu sudah masuk, pasti akan besar sekali. Berapa triliun lah," kata Purbaya di kawasan Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.
Bea Cukai Semarang Musnahkan Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal
Namun, Purbaya mengaku masih harus membahas mengenai rencana penerapan kebijakan tersebut bersama pihak parlemen, mengingat bahwa banyak anggota DPR yang berasal dari daerah penghasil tembakau.
"Karena banyak juga anggota DPR yang berasal dari daerah (penghasil) rokok ilegal itu. Jadi kayaknya saya mesti ke DPR juga untuk itu," ujarnya.
Purbaya menjelaskan, tujuan utama dari penambahan lapisan tarif cukai tersebut, adalah untuk menarik peredaran rokok ilegal agar masuk ke jalur legal. Setelah itu terealisasi, baru pemerintah akan bersikap tegas terhadap pelanggaran yang masih terjadi terkait peredaran rokok ilegal tersebut.
"Tujuannya adalah memastikan rokok ilegal bisa bermain di tempat yang legal. Habis itu nanti kalau ada yang main-main saya hajar semuanya,” ujarnya.
Diketahui, wacana soal kebijakan penambahan layer tarif CHT untuk rokok lokal itu sebelumnya sudah diutarakan Purbaya, dan masih dibahas pihak Kemenkeu serta ditargetkan rampung secepatnya.
Dia menjelaskan, Kemenkeu masih menggodok detil regulasi penambahan lapisan tarif cukai tersebut, sebelum akhirnya nanti dibawa ke DPR untuk dibahas lebih lanjut.
"Kami buat secepat mungkinlah (peraturan terkait penambahan layer tarif CHT)," ujarnya.