Turis Asal China Meninggal Dunia Usai Diduga Keracunan di Hostel Bali

Ilustrasi keracunan.
Ilustrasi keracunan.

Turis asal China meninggal dunia dan beberapa turis lainnya dilarikan ke rumah sakit usai diduga mengalami keracunan di sebuah hostel di Bali. Turis tersebut diketahui menginap di salah satu akomodasi murah di area populer Canggu, Clandestino Hostel.

Dilaporkan Sky News Australia, turis asal China yang diketahui bernama bernama Deqing Zhouga disebut mendadak jatuh sakit parah setelah sebelumnya mengalami muntah hebat dan menggigil usai makan malam bersama dengan sejumlah wisatawan lainnya di hostel tersebut. 

”Dokter sempat memberikan penanganan awal namun karena keterbatasan biaya dirinya hanya diberikan obat,” kata Inspektur Polisi, Ahmad.

Zhuoga dan temannya kemudian kembali ke hostel sekitar pukul 01.30 dini hari dan ditemukan meninggal beberapa jam kemudian. Pihak berwenang menyatakan penyebab kematian adalah gastroenteritis akut dan syok hipovolemik.

Gastroenteritis adalah peradangan pada lambung dan usus yang menyebabkan nyeri, muntah, dan diare. Sementara itu, syok hipovolemik adalah kondisi medis serius yang membutuhkan penanganan segera. Kehilangan darah atau cairan dalam jumlah besar membuat organ tidak mendapat oksigen dan nutrisi yang diperlukan untuk berfungsi. Kondisi ini dapat menyebabkan kegagalan organ dan berakibat fatal.

Sementara itu, teman sekamar Deqing, Leila Li, juga dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan intensif selama lima hari, menurut Daily Mail.

“Lebih dari 20 orang mengalami keracunan massal, setidaknya sepuluh berada dalam kondisi kritis, dan satu orang meninggal,” ujar Li kepada media tersebut, yang hanya mengidentifikasi korban dengan nama Miss Y.

Li diketahui check-in pada 31 Agustus dan pertama kali bertemu korban saat makan malam bersama. Namun tidak lama setelah itu, sejumlah tamu mulai jatuh sakit, menurut Daily Mail. Li mengatakan dokter menyatakan dirinya mengalami keracunan pestisida dan keracunan makanan.

“Dokter saya memastikan bahwa saya mengalami keracunan pestisida dan keracunan makanan. Saya tiga kali pergi ke pusat medis dan kondisi saya sempat membaik, tapi setiap kali kembali ke kamar untuk beristirahat, gejalanya muncul lagi,” ujarnya.

Di sisi lain, kakak perempuan Deqing Zhuoga disebut mencoba menghubungi hostel karena tidak mendapat kabar sejak 31 Agustus. Namun pihak hostel mengaku tidak bisa memberikan informasi karena polisi belum membagikan detail penyelidikan, lapor news.com.au.

Keluarga kemudian diberitahu bahwa jenazah Deqing telah disimpan di ruang freezer rumah sakit pedesaan selama lebih dari 20 hari, menurut laporan tersebut.

Korban lain yang jatuh sakit termasuk wisatawan dari Jerman, Arab Saudi, Filipina, dan China, berdasarkan laporan Sky News Australia yang mengutip data polisi.

Hostel tersebut sebelumnya juga mendapat kritik dari tamu terkait dugaan infestasi kutu kasur. Kamar tempat Zhuoga ditemukan meninggal saat ini ditutup dan dikarantina, menurut news.com.au.