Dedi Mulyadi Jenguk Sekuriti Korban Penganiayaan di Depok: Jagoan Kok Beraninya Sama Kakek-kakek sih?
Kasus penganiayaan terhadap seorang sekuriti lansia di Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, menjadi perhatian publik.
Korban bernama Nawin (59), satpam yang sudah bekerja lebih dari 20 tahun, menjadi korban pemukulan dan penginjakan oleh seorang penghuni baru perumahan.
Peristiwa itu terjadi di Perumahan Griya Kencana, Mekar Jaya, Sukmajaya, pada Jumat (5/9/2025). Video penganiayaan tersebut viral di media sosial dan memicu kecaman luas.
Korban yang sudah berusia lanjut itu mengalami luka lebam di wajah dan kaki terkilir setelah dipukul serta diinjak oleh pelaku.
Dedi Mulyadi Turun Tangan
Mengetahui kejadian tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang langsung menjenguk Nawin di kontrakannya. Dalam unggahan di media sosial, Dedi menyindir tindakan pelaku yang tega menganiaya seorang kakek.
"Jagoan kok beraninya sama kakek-kakek sih?" tulis Dedi Mulyadi.
Dalam pertemuan itu, Nawin terlihat terbaring dengan salah satu kakinya diperban. Diketahui, gaji yang ia terima sebagai satpam hanya Rp1 juta per bulan, sementara biaya kontrakan tempat tinggalnya mencapai Rp600 ribu.
Sebagai bentuk kepedulian, Dedi memberikan bantuan uang tunai Rp10 juta.
"Buat Babeh, kan enggak kerja nih, biasa dapat Rp1 juta sebulan. Lumayan jangan dihabis-habisin, buat bekal makan," kata Dedi Mulyadi.
Tak hanya itu, ia juga berencana mencarikan rumah agar Nawin tak perlu lagi tinggal di kontrakan.
"Babeh kan belum punya rumah, nanti saya sama wali kota (Depok) cariin rumah buat Babeh," ucapnya.
Dedi bahkan langsung menelepon Wali Kota Depok Supian Suri.
"Jadi Bapak ini belum punya rumah, nanti kita cariin rumah ya yang dekat-dekat tempat kerjanya. Yang kecil aja, yang cukup buat berdua. Tipe 21 juga bisa, yang penting ada rumah, kasian Pak Wali, ya," ujarnya.
Pelaku Sudah Ditangkap Polisi
Polisi kemudian menangkap pelaku penganiayaan yang diketahui bernama Clevi Patrik Rutman (34). Kapolsek Sukmajaya, AKP Rizky Firmansyah, menjelaskan bahwa aksi brutal itu dipicu karena pelaku tersinggung.
"Motifnya, tersangka ingin pergi keluar perumahan yang telah ditutup portalnya oleh korban," kata Rizky dalam konferensi pers, Senin (8/9/2025).
Menurut Rizky, korban sebenarnya masih membuka portal sambil meminta pelaku memutar arah. Namun, hal itu justru membuat pelaku marah.
"Sang istri (pelaku) yang diboncengnya sudah menahan atau melerai tindakan pelaku, namun pelaku masih terus tetap secara brutal memukul sekuriti tersebut," jelasnya.
Pelaku bahkan sempat menendang dan mendorong korban hingga tersungkur, lalu kabur meninggalkan lokasi bersama istrinya. Korban kemudian melapor ke Polsek Sukmajaya pada Sabtu (6/9/2025) dini hari.
"Korban mengalami luka memar di bagian pelipis sebelah kanan dan patah tulang di pergelangan kaki sebelah kiri," tambah Rizky.
Video Viral di Media Sosial
Rekaman penganiayaan itu tersebar luas di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @depokhariini pada Sabtu (7/9/2025).
Dalam video terlihat, korban sedang bertugas menjaga portal saat seorang pengendara motor berboncengan dengan perempuan datang. Setelah portal dibuka, pelaku justru meluapkan amarah dengan memukul dan menendang sang satpam lansia.
Meski sang istri sudah berusaha mencegah, pelaku tetap melanjutkan aksinya. Sementara itu, beberapa orang di sekitar lokasi hanya menyaksikan kejadian tersebut tanpa ikut melerai.
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Respons Dedi Mulyadi soal Kasus Penganiayaan Sekuriti di Depok: Jagoan Kok Beraninya sama Kakek?
Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.