Kasus Mutilasi Mojokerto: Kronologi dan Motif Alvi Bunuh Kekasihnya TAS

mutilasi mojokerto, kasus Mutilasi Mojokerto, kasus Tiara Angelina Saraswati, pembunuhan sadis Mojokerto, Alvi Maulana pacar korban, kronologi mutilasi Surabaya, potongan tubuh di Pacet Mojokerto, motif pembunuhan Tiara Angelina, pengakuan pelaku mutilasi, Kasus Mutilasi Mojokerto: Kronologi dan Motif Alvi Bunuh Kekasihnya TAS, Kronologi pembunuhan dan mutilasi TAS, Penemuan potongan tubuh TAS, Motif pembunuhan TAS, Hubungan pelaku dan korban, Polisi pastikan Alvi beraksi Sendiri, Pengakuan status hubungan

Kasus mutilasi Mojokerto yang menimpa Tiara Angelina Saraswati/TAS (25) menggemparkan publik.

Polisi mengungkap kronologi pembunuhan sadis yang dilakukan Alvi Maulana (24), kekasih sekaligus rekan kos korban di Surabaya.

Kronologi pembunuhan dan mutilasi TAS

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Fauzy Pratama menjelaskan, pembunuhan terjadi di kamar kos kawasan Lidah Wetan, Surabaya, Selasa (2/9/2025) pukul 02.00 WIB.

Saat itu, Alvi mendekati Tiara dari belakang lalu menusuk lehernya dengan pisau dapur hingga korban kehilangan banyak darah dan tak sadarkan diri.

"Satu kali tusuk lukanya cukup dalam sampai korban kehabisan darah," kata Fauzy, dikutip dari Tribunnews, Senin (8/9/2025).

Tubuh korban kemudian diseret ke kamar mandi dan dimutilasi.

Beberapa organ tubuh dibuang ke kloset WC, sementara potongan tubuh lain dimasukkan ke tas merah.

Pukul 04.00 WIB, Alvi berangkat ke Pacet, Mojokerto.

Sesampainya di lokasi pukul 05.30 WIB, dia menyebar potongan tubuh Tiara di jurang sepanjang Jalan Raya Pacet–Cangar, Desa Sendi.

Sebagian tulang disimpan di plastik hitam yang disembunyikan di kamar mandi kos, sedangkan potongan organ lain diletakkan di balik lemari.

Penemuan potongan tubuh TAS

Kasus ini terbongkar saat warga menemukan potongan kaki di jurang Pacet pada Sabtu (6/9/2025).

Kurang dari 24 jam, polisi berhasil mengidentifikasi korban dan menangkap Alvi di kosnya.

Dalam penggeledahan, polisi mengamankan barang bukti berupa pisau dapur, pisau daging, gunting taman, palu, tas merah dengan bercak darah, serta dua plastik hitam berisi tulang korban.

Motif pembunuhan TAS

Polisi menduga motif Alvi membunuh TAS dipicu dendam pribadi.

Dari keterangan sementara, Alvi mengaku kesal karena korban memiliki sifat temperamental.

“Tentu ada pemicunya (motif). Saat ini masih terus kami dalami,” ujar Fauzy.

Hubungan pelaku dan korban

Alvi dan korban diketahui menjalin hubungan sejak kuliah di Universitas Trunojoyo, Madura, sekitar lima tahun lalu.

Keduanya tinggal bersama di kos sejak April 2025.

Kepada pemilik kos, Alvi mengaku TAS adalah istri sirinya.

Namun, dia tidak pernah menunjukkan dokumen identitas maupun surat nikah resmi meski sudah diminta berulang kali.

Polisi pastikan Alvi beraksi Sendiri

mutilasi mojokerto, kasus Mutilasi Mojokerto, kasus Tiara Angelina Saraswati, pembunuhan sadis Mojokerto, Alvi Maulana pacar korban, kronologi mutilasi Surabaya, potongan tubuh di Pacet Mojokerto, motif pembunuhan Tiara Angelina, pengakuan pelaku mutilasi, Kasus Mutilasi Mojokerto: Kronologi dan Motif Alvi Bunuh Kekasihnya TAS, Kronologi pembunuhan dan mutilasi TAS, Penemuan potongan tubuh TAS, Motif pembunuhan TAS, Hubungan pelaku dan korban, Polisi pastikan Alvi beraksi Sendiri, Pengakuan status hubungan

Alvi Maulana, pelaku pembunuhan dan mutilasi yang ditemukan di Pacet Mojokerrto pada Sabtu (6/9/2025)

Fauzy menegaskan, Alvi melakukan seluruh aksi pembunuhan dan mutilasi seorang diri.

Saat ini, penyidik masih mendalami latar belakang hubungan keduanya dan motif lengkap kasus mutilasi Mojokerto ini.

Pengakuan status hubungan

Kepada pemilik kos, Alvi mengaku Tiara Angelina Saraswati adalah istri sirinya.

Namun, pemuda asal Desa Aek Paing, Kecamatan Rantau Utara, Labuhan Batu, Sumatra Utara, itu selalu menghindar ketika diminta menunjukkan identitas resmi maupun surat keterangan pernikahan.

“KTP dan surat-surat belum saya terima. Pemilik kos sudah berusaha minta, tapi tidak pernah diberikan. Informasinya, mereka menikah siri, tapi kebenarannya kami tidak tahu,” kata Ketua RT setempat, Heru.

Hal senada disampaikan Budiono, pemilik kos.

Dia mengaku sudah tiga kali meminta dokumen identitas kepada Alvi, namun selalu ditolak dengan alasan yang sama.

“Jawabannya selalu masih dalam proses pengurusan. Sampai sekarang tidak pernah ditunjukkan,” ujar Budiono.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kronologi Alvi Bunuh dan Mutilasi Tiara, Sisa Tulang Disimpan, Potongan Tubuh Dibuang di Mojokerto.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.