Terkuak! Peran Mantan Menantu Dibalik Pembunuhan Sadis Lansia Pakai Balok Kayu di Riau

Kasus pembunuhan sadis di Pekanbaru, Riau, diduga melibatkan mantan menantu korban
Kasus pembunuhan sadis di Pekanbaru, Riau, diduga melibatkan mantan menantu korban

Polda Riau mengungkap peran para pelaku pembunuhan sadis disertai perampokan seorang wanita lanjut usia bernama Dumaris Isni Sitio (60).

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan fakta baru terkait kronologi hingga peran masing-masing pelaku. Polisi mengungkap aksi pembunuhan tersebut diawali dengan tindak pencurian dengan kekerasan (curas). Korban tewas setelah dipukul menggunakan balok kayu secara brutal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rekaman kamera CCTV yang memperlihatkan aksi para pelaku pun telah beredar luas dan viral di media sosial. Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi sudah memintai keterangan empat orang saksi dan mendalami rekaman CCTV yang terpasang di rumah korban sejak 9 April 2026.

”Dari hasil pendalaman dan analisis CCTV, penyidik sudah mengarah pada satu orang yang patut diduga sebagai pelaku. Namun kami masih membutuhkan alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka,” tutur Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Komisaris Besar Polisi Zahwani Pandra Arsyad, dikutip Sabtu, 2 Mei 2026.

Lebih lanjut, Pandra mengungkapkan bahwa salah satu pelaku diketahui oleh keluarga korban. Pelaku tersebut adalah seorang perempuan berinisial AF yang merupakan mantan menantu korban. Dalam rekaman CCTV, AF terlihat sempat bersalaman dengan korban sebelum kejadian tragis itu terjadi.

Tak hanya itu, dalam rekaman yang sama juga terlihat seorang pria tidak dikenal yang datang bersama AF. Pria tersebut diduga sebagai eksekutor yang memukul korban dengan balok kayu hingga terkapar bersimbah darah. Hingga kini, identitas pria tersebut masih dalam pendalaman penyidik.

Selain melakukan kekerasan, pelaku juga diketahui merusak kamera pengawas di dalam rumah korban untuk menghilangkan jejak. Sementara itu, suami korban, Salmon Meha, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian dirinya sempat mengajak korban untuk pergi mengurus pajak kendaraan sekitar pukul 08.00 WIB.

Namun, korban memilih tetap berada di rumah. Saat kembali sekitar pukul 11.00 WIB, Salmon mendapati istrinya sudah tidak bernyawa. Ia kemudian segera menghubungi keluarga dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Rumbai Pesisir.

Dari hasil penyelidikan, pelaku juga membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban. Di antaranya perhiasan, paspor, uang tunai dalam mata uang asing dolar Singapura, telepon genggam, hingga cincin pernikahan milik suami korban.

”Kami akan terus mengejar pelaku di mana pun berada dan memastikan kasus ini terungkap secara tuntas,” katanya lagi.

Sebelumnya diberitakan, kasus pembunuhan sadis disertai perampokan menggemparkan warga Pekanbaru, Riau, setelah seorang wanita lanjut usia bernama Dumaris Isni Sitio (60), ditemukan tak bernyawa di kediamannya di Jalan Kurnia II, Rumbai, Pekanbaru, Rabu, 29 April 2026.

Berdasarkan rekaman CCTV di lokasi, peristiwa itu terjadi pada Rabu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, terlihat sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan rumah korban.

Kemudian, seorang wanita mengenakan kaus hitam masuk ke dalam rumah korban, diikuti oleh perempuan lain yang mengenakan jaket hoodie biru. Wanita berkaus hitam itu sempat berbincang dengan korban di ruang tamu dan mencium tangan korban.

Tak lama berselang salah satu pelaku pria yang mengenakan kaus abu-abu, bertopi dan masker tiba-tiba masuk ke dalam rumah membawa balok kayu yang dia sembunyikan di belakang tubuhnya. 

Seketika pria tersebut menyerang korban menggunakan balok kayu secara bertubi-tubi dan brutal hingga korban terkulai tidak berdaya. Sedangkan dua wanita yang bersama pelaku hanya membiarkan peristiwa itu terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah korban tak bernyawa, para pelaku membawa kabur sejumlah barang berharga milik korban. Di antaranya adalah perhiasan, cincin, paspor, handphone serta uang tunai dalam mata uang asing 400 Dolar Singapura.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra memastikan kasus pembunuhan sadis ini akan diungkap tuntas oleh Satreskrim Polresta Pekanbaru dan di-backup penuh Direktorat Kriminal Umum Polda Riau.