Antusiasme Sepak Bola Putri di Banjarmasin, Harapan untuk Indonesia

sepak bola putri, Banjarmasin, Jacksen F Tiago, Antusiasme Sepak Bola Putri di Banjarmasin, Harapan untuk Indonesia

Lapangan Green Yakin Soccer Field Banjarmasin menjadi ruang penuh harapan ratusan siswi yang mengikuti MilkLife Soccer Challenge Seri 2 musim 2025–2026.

Selama empat hari pelaksanaan, turnamen ini tidak hanya menghadirkan pertandingan, tetapi juga memperlihatkan betapa besarnya minat sepak bola putri di Kalimantan Selatan.

Sebanyak 661 peserta dari 49 sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah terlibat dalam 62 tim. Angka ini menjadi bukti gairah sepak bola putri di Indonesia.

Dari pinggir lapangan, sorak dukungan orang tua dan guru terus mengalir, menciptakan atmosfer yang hangat sekaligus kompetitif.

“Kita mencari bibit-bibit terbaik supaya sepak bola putri mampu menorehkan prestasi membanggakan di masa depan,"  ujar Ketua Asprov PSSI Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, yang menyaksikan langsung partai final.

"Perlu diingat tugas utama adik-adik adalah belajar, tapi salah satu modalnya adalah hidup sehat ditopang dengan berolahraga dan gizi cukup,” ujar pria yang biasa disapa Hasnur itu, melalui rilis yang diterima Kompas.com.

Menurutnya, proses jauh lebih penting dibanding hasil instan, terutama dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045.

Sepak Bola sebagai Ruang Pembentukan Nilai

Turnamen ini digagas sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan. Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin Sanjaya, melihat bahwa olahraga dapat menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan sejak dini.

“Gelaran perdana MilkLife Soccer Challenge di Banjarmasin mendapat sambutan positif dari banyak pihak. MLSC adalah salah satu program yang sangat tepat untuk mencetak atlet sepak bola putri masa depan,” tuturnya.

sepak bola putri, Banjarmasin, Jacksen F Tiago, Antusiasme Sepak Bola Putri di Banjarmasin, Harapan untuk Indonesia

Ketua Asprov PSSI Kalsel, H. Hasnuryadi Sulaiman danpelatih kepala Jacksen F Tiago saat menyaksikan turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Banjarmasin Seri 2 2025 ? 2026 yang diselenggarakan oleh Bayan Peduli di Green Yakin Soccer Field.

Baginya, sepak bola tidak hanya melatih kemampuan teknis, tetapi juga membentuk disiplin, kerja sama, serta mental tangguh.

Nilai-nilai inilah yang nantinya akan melekat dalam kehidupan para peserta, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Potensi Besar

Sementara itu pelatih kepala MLSC, Jacksen F Tiago, menegaskan bahwa turnamen ini hanyalah satu bagian dari proses panjang pembinaan atlet muda.

“Antusiasme dan potensi pemain putri di Kalimantan sangat besar. Ini harus terus dijaga dengan menyediakan lebih banyak ruang latihan dan kompetisi yang konsisten,” kata mantan pelatih Barito Putera itu.

Ia menjelaskan bahwa para pemain terbaik akan diseleksi untuk mengikuti program latihan intensif, sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi seperti MLSC All-Stars.

Dengan sistem ini, pembinaan tidak berhenti setelah turnamen selesai, melainkan terus berlanjut secara terarah.

Final Penuh Tekanan

Dua laga final menjadi momen yang memperlihatkan kualitas sekaligus mental para pemain muda.

Di kategori usia 10 tahun, SDN Pagatan Besar berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan SDN Sungai Andai 4 dengan skor tipis 1-0. Pertandingan berlangsung ketat, dengan kedua tim saling menekan tanpa banyak celah.

Gol kemenangan dicetak oleh Miftahul Gina pada menit ke-27. Ketajamannya sepanjang turnamen juga mengantarkannya menjadi pencetak gol terbanyak.

“Saya sangat senang karena sekolah kami menjadi juara. Pertandingannya susah banget tadi di final, beruntung saya bisa mencetak gol,” kata Mifta.

sepak bola putri, Banjarmasin, Jacksen F Tiago, Antusiasme Sepak Bola Putri di Banjarmasin, Harapan untuk Indonesia

Suasana juara turnamen MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Banjarmasin Seri 2 2025 ? 2026 yang diselenggarakan oleh Bayan Peduli di Green Yakin Soccer Field.

Sementara itu, di kategori usia 12 tahun, SDN Sungai Lulut 1 tampil mengejutkan dengan menumbangkan SDN Telaga Biru 1. Meski lebih banyak bertahan, mereka mampu memanfaatkan satu peluang emas menjadi gol kemenangan.

Ade Septiyana Putri menjadi penentu lewat tendangan jarak jauh pada menit ke-8.

“Di pertandingan final saya dan teman-teman sempat gugup karena lawannya bermain bagus dan terus-menerus menyerang. Bersyukur banget karena satu tendangan saya bisa menjadi gol,” pungkasnya.

Turnamen ini tidak berhenti pada penentuan juara. Sekitar 25 pemain terbaik dipilih untuk mengikuti program latihan tambahan intensif, sebagai bagian dari pembinaan menuju level berikutnya.

Para pemain ini diproyeksikan tampil di ajang MLSC All-Stars yang akan mempertemukan talenta dari berbagai kota di Indonesia. Kesempatan ini menjadi motivasi baru bagi para peserta untuk terus berkembang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang