Top 10+ Hari Atraksi Budaya hingga Kuliner Khas, Festival Tabut 2026 Digelar di Bengkulu

budaya Bengkulu, 10 Hari Atraksi Budaya hingga Kuliner Khas, Festival Tabut 2026 Digelar di Bengkulu

Festival Tabut 2026 akan digelar pada 16-25 Juni 2026 di Lapangan Sport Centre, Kota Bengkulu, sebagai perayaan budaya tahunan yang menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam, sekaligus menarik wisatawan domestik dan mancanegara.

Penyelenggaraan tahun ini kembali masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata.

Festival tersebut menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Bengkulu yang telah berlangsung turun-temurun selama ratusan tahun.

"Melalui Festival Tabut diharapkan dapat semakin meningkatkan citra pariwisata Bengkulu melalui penyelenggaraan event yang berkualitas sehingga menjadi daya tarik yang kuat bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara," ujar Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata Hafiz Agung Rifai, dilansir dari Antara, Selasa (9/6/2026).

Selain menjadi atraksi wisata budaya, Festival Tabut juga dikenal sebagai tradisi yang memiliki nilai sejarah dan religius yang kuat bagi masyarakat Bengkulu.

Festival Tabut berakar dari peristiwa Karbala

budaya Bengkulu, 10 Hari Atraksi Budaya hingga Kuliner Khas, Festival Tabut 2026 Digelar di Bengkulu

Ilustrasi Festival Tabut

Festival Tabut merupakan tradisi budaya yang berasal dari peringatan gugurnya Imam Husein bin Ali, cucu Nabi Muhammad SAW, dalam peristiwa Karbala yang terjadi di Irak pada tahun 680 Masehi, dilansir dari Kemenpar, Selasa (9/6/2026).

Tradisi tersebut dibawa ke Bengkulu oleh pekerja Muslim keturunan India yang datang pada masa kolonial Inggris.

Seiring waktu, peringatan tersebut berakulturasi dengan budaya lokal sehingga berkembang menjadi tradisi khas Bengkulu yang masih bertahan hingga kini.

Meski berawal dari ritual keagamaan, Festival Tabut kemudian tumbuh menjadi perayaan budaya yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

nilai religius tetap dipertahankan, namun festival ini juga menjadi bagian penting dari identitas budaya Bengkulu.

Rangkaian acara Festival Tabut

Salah satu daya tarik Festival Tabut adalah rangkaian prosesi adat yang berlangsung selama 10 hari. Setiap tahapan memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan penghormatan terhadap peristiwa Karbala.

Prosesi diawali dengan Ngambik Tanah, yaitu ritual mengambil tanah sebagai simbol asal-usul kehidupan manusia.

Setelah itu terdapat Duduk Penja yang merupakan prosesi penyucian benda pusaka berbentuk telapak tangan.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Menjara, Arak Penja, Arak Sorban, hingga Gam atau masa hening yang menjadi waktu refleksi bagi masyarakat.

Menjelang akhir festival, bangunan Tabut yang dihias beragam ornamen warna-warni akan disempurnakan dalam prosesi Tabut Naik Puncak.

Selanjutnya, masyarakat dapat menyaksikan Arak Gedang atau pawai besar yang menampilkan Tabut dari berbagai kelompok.

Festival ditutup dengan Tabut Tebuang, yaitu prosesi pelepasan bangunan Tabut secara simbolis yang menandai berakhirnya masa duka sekaligus menjadi harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Ada ritual budaya dan pertunjukkan seni khas Bengkulu

Selain ritual budaya, Festival Tabut 2026 juga menghadirkan berbagai pertunjukan seni khas Bengkulu. Salah satunya adalah musik Dhol yang dikenal sebagai ikon budaya daerah tersebut.

Pengunjung juga dapat menyaksikan Tari Kreasi Tabut dan berbagai permainan rakyat tradisional, seperti Ikan-Ikan dan Telong-Telong.

Tak hanya itu, festival akan diramaikan dengan beragam kegiatan ekonomi kreatif. Mulai dari pameran produk unggulan daerah, business matching, talkshow, fashion show, hingga pasar rakyat.

Bagi wisatawan yang ingin berburu kuliner, area street food juga akan menjadi bagian dari penyelenggaraan Festival Tabut tahun ini.

Berbagai aktivitas tersebut dirancang agar festival dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan penyandang disabilitas.

Dengan perpaduan antara sejarah, budaya, seni, dan kuliner, Festival Tabut menjadi salah satu agenda wisata unggulan Bengkulu yang menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.

Kehadirannya juga diharapkan mampu memperkuat citra Bengkulu sebagai destinasi wisata budaya di Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang