Dulu Makin Banyak Skincare Dianggap Lebih Baik, Kini Tren Skip-Care Justru Populer

perawatan kulit, K-Beauty, skin barrier, skincare, Dulu Makin Banyak Skincare Dianggap Lebih Baik, Kini Tren Skip-Care Justru Populer, Apa itu skip-care?, Mengapa skip-care semakin populer?, Peran produk multifungsi, Apa manfaat skip-care?, Langkah yang tetap perlu dipertahankan

Beauty yang dulu identik dengan rutinitas skincare 10 langkah kini mulai bergeser ke arah yang lebih sederhana. Tren baru bernama "skip-care" semakin populer karena dianggap lebih ramah untuk kulit dan lebih mudah dijalani sehari-hari.

Melansir Vogue Arabia (8/6/2026), tren ini muncul setelah banyak orang mulai merasa lelah dengan rutinitas perawatan kulit yang terlalu panjang dan penggunaan terlalu banyak produk dalam satu waktu.

Alih-alih menambah langkah demi langkah, skip-care justru mengajak orang untuk menggunakan produk yang benar-benar dibutuhkan kulit.

Apa itu skip-care?

Skip-care merupakan pendekatan perawatan kulit yang lebih minimalis dengan mengurangi langkah yang dianggap tidak perlu.

Dokter kulit bersertifikat ganda sekaligus ahli bedah Mohs, Dr Tiffany Libby, menjelaskan bahwa skip-care adalah evolusi baru dari K-Beauty yang lebih menekankan kualitas dibanding kuantitas.

"Skip-care pada dasarnya merupakan evolusi K-Beauty yang lebih minimalis, dengan fokus pada produk yang lebih sedikit tetapi digunakan secara lebih terarah dan memiliki beberapa fungsi sekaligus," kata Libby.

Menurutnya, jika rutinitas K-Beauty tradisional menekankan banyak lapisan produk, skip-care justru memprioritaskan perlindungan skin barrier atau lapisan pelindung kulit serta mengurangi penumpukan bahan aktif yang tidak diperlukan.

Dokter estetika dari Cosmesurge Hospital Dubai, Dr Swetha Dilip, menambahkan bahwa konsep ini mengajak seseorang untuk mempertanyakan apakah setiap langkah skincare yang dilakukan benar-benar dibutuhkan.

Mengapa skip-care semakin populer?

perawatan kulit, K-Beauty, skin barrier, skincare, Dulu Makin Banyak Skincare Dianggap Lebih Baik, Kini Tren Skip-Care Justru Populer, Apa itu skip-care?, Mengapa skip-care semakin populer?, Peran produk multifungsi, Apa manfaat skip-care?, Langkah yang tetap perlu dipertahankan

Ilustrasi perempuan merawat wajah. Para ahli menyebut penggunaan terlalu banyak produk dapat membuat kulit menjadi lebih sensitif dan mudah iritasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, fokus perawatan kulit mulai bergeser dari mengikuti tren menuju kesehatan kulit jangka panjang.

Menurut Dilip, banyak orang kini mengalami kulit yang lebih sensitif akibat penggunaan terlalu banyak bahan aktif secara bersamaan.

"Kita telah melewati masa ketika orang menggunakan asam, retinoid, vitamin C, eksfoliator, essence, mist, dan masker dalam satu rutinitas. Akibatnya, banyak orang kini mengalami gangguan pada skin barrier dan kulit yang menjadi lebih reaktif," ujarnya.

Ia mengatakan beberapa pasien bahkan merasa kondisi kulit mereka membaik ketika sementara waktu hanya menggunakan pembersih wajah yang lembut dan tabir surya.

Peran produk multifungsi

Salah satu kunci utama skip-care adalah penggunaan produk multifungsi.

Libby menjelaskan bahwa produk modern kini banyak yang menggabungkan beberapa manfaat sekaligus dalam satu formula.

"Misalnya pelembap yang juga mengandung ceramide, niacinamide, peptida, dan antioksidan. Dengan begitu, tidak perlu terlalu banyak lapisan produk untuk mendapatkan manfaat yang sama," kata Libby.

Menurut Dilip, penggunaan produk yang diformulasikan dengan baik juga dapat membantu mengurangi risiko penggunaan produk berlebihan yang berpotensi merusak skin barrier.

Apa manfaat skip-care?

Menurut Libby, rutinitas yang lebih sederhana justru dapat membantu meningkatkan konsistensi penggunaan skincare sekaligus mengurangi iritasi.

Kulit bekerja paling baik ketika lapisan pelindungnya tetap utuh. Sebaliknya, penggunaan terlalu banyak asam, retinoid, atau eksfoliator dapat mengganggu keseimbangan kulit.

Selain itu, rutinitas yang sederhana cenderung lebih mudah dipertahankan dibandingkan rutinitas dengan belasan langkah.

Dilip menambahkan bahwa penggunaan produk yang lebih sedikit juga memudahkan seseorang mengetahui produk mana yang benar-benar membantu dan mana yang justru memicu iritasi atau jerawat.

Langkah yang tetap perlu dipertahankan

Meski mengusung konsep minimalis, para ahli menegaskan bahwa skip-care bukan berarti menghentikan seluruh perawatan kulit.

Menurut Dilip, ada empat langkah dasar yang tetap penting dilakukan, yaitu pembersih wajah yang lembut, pelembap, tabir surya, dan satu produk perawatan yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit.

Sebaliknya, beberapa langkah yang dapat dikurangi antara lain toner yang fungsinya tumpang tindih, beberapa serum dengan manfaat serupa, atau terlalu banyak produk eksfoliasi dalam satu rutinitas.

Namun, Libby mengingatkan bahwa minimalisme tidak boleh membuat seseorang mengabaikan langkah penting seperti penggunaan tabir surya atau perawatan yang memang direkomendasikan untuk kondisi kulit tertentu.

"Tujuannya adalah perawatan kulit yang dilakukan secara sengaja dan terarah, bukan sekadar menggunakan produk sesedikit mungkin," kata Libby.

Karena itu, skip-care bukan tentang meninggalkan skincare, melainkan memilih langkah yang benar-benar dibutuhkan agar kulit tetap sehat tanpa stimulasi berlebihan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang