Tren Makanan 2026 Mulai Berubah, Menu Kaya Serat Kini Jadi Primadona
Setiap tahun selalu ada trend makanan terbaru yang unik dan menambah variasi pengalaman konsumen dalam menikmati makanannya.
Seperti tahun ini, jurnalis kuliner dan pelaku industri makanan berlomba memprediksi tren makanan apa yang akan viral pada tahun 2026.
Dilansir Kompas dari Food&Wine berdasarkan berbagai sumber kredibel, penemuan tren ini didasarkan dari pengalaman sejumlah konsumen dan produsen makanan.
Seperti laporan industri makanan, pelaku restoran hingga data media sosial yang mulai menunjukkan adanya perubahan makan masyarakat yang mulai berfokus pada kesehatan seperti memperkaya makanan berprotein tinggi.
Serat jadi primadona baru, geser tren protein
Jika di tahun 2025 didominasi oleh tren konsumsi protein tinggi, maka 2026 diprediksi menjadi “tahunnya serat”.
Berbagai laporan menyebutkan bahwa perhatian terhadap kesehatan pencernaan semakin meningkat, sehingga makanan tinggi serat mulai jadi fokus utama.
Fenomena ini bahkan melahirkan istilah “fibermaxxing”, yakni tren di media sosial di mana orang berlomba menambahkan sebanyak mungkin serat ke dalam menu harian.
Produk makanan pun ikut beradaptasi, dengan semakin banyak pilihan roti, pasta, hingga camilan yang diperkaya serat.
Bahan seperti singkong, chicory, hingga konjac mulai sering muncul sebagai sumber serat tambahan. Oat juga kembali naik daun karena dikenal ramah di pencernaan sekaligus kaya serat prebiotik.
Daging merah kembali dilirik
Selain makanan yang kaya serat, menurut sejumlah pelaku restoran tahun 2026, konsumen mulai kembali melirik daging asli, terutama karena dianggap lebih “autentik” dibandingkan produk pengganti yang ultra-proses.
Minat terhadap daging berkualitas seperti beef aged, daging domba, hingga potongan daging tertentu terus meningkat. Bahkan, penggunaan jeroan juga mulai dilihat sebagai alternatif bergizi sekaligus lebih terjangkau.
Meski begitu, bukan berarti tren nabati sepenuhnya ditinggalkan. Produk berbasis tanaman kini lebih menonjolkan keunggulan nutrisinya, bukan sekadar meniru rasa daging.
Kubis jadi sayuran yang naik daun
Di tengah berbagai tren baru, satu bahan sayuran sederhana justru mencuri perhatian, yaitu kubis. Berdasarkan laporan dari Pinterest Predicts 2026, kubis diprediksi menjadi sayuran yang semakin populer sepanjang tahun 2026.
Pencarian terkait olahan kubis meningkat signifikan, mulai dari dumpling hingga pasta berbasis kubis. Dalam industri makanan, berbagai menu juga perlahan mulai menggunakan kubis sebagai bahan utamanya.
Teksturnya yang renyah dan fleksibilitas dalam berbagai masakan membuat sayuran ini kembali diminati.
Selain itu, kubis juga mudah ditemukan sepanjang tahun dan bisa diolah menjadi berbagai hidangan, dari salad segar hingga masakan hangat yang mengenyangkan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang