Makin Banyak Kendaraan 'Minum' Pertamax Turbo, Pertamina Sampai Harus Impor

Petugas mengisi kendaraan konsumen dengan BBM jenis Pertamax Turbo di SPBU Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan
Petugas mengisi kendaraan konsumen dengan BBM jenis Pertamax Turbo di SPBU Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan

 Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo menyampaikan, pihaknya harus melakukan penambahan pasokan bahan bakar baik dari kilang maupun dari impor.

Penyebabnya, terdapat lonjakan konsumsi BBM jenis Pertamax Turbo hingga 76 persen, bahkan hingga membuat sebagian SPBU Pertamina di beberapa wilayah kehabisan stok.

"Terjadi peningkatan konsumsi Pertamax Turbo sekitar 76 persen, sehingga Pertamina harus menambah pasokan baik dari kilang maupun impor," kata Mars Ega dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi XII DPR RI, Senin, 17 November 2025.

Pelaksana Tugas Harian (Pth) Dirut Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo

Meski mengakui telah memaksimalkan pasokan dari produksi kilang, namun Mars Ega mengatakan bahwa perlu penambahan dari impor guna memenuhi kebutuhan tersebut.

"Dari kilang sudah berupaya semaksimal mungkin (memenuhi kebutuhan), sehingga kekurangannya dipasok dari impor," ujarnya.

Karenanya, Dia pun berharap bahwa kargo impor Pertamax Turbo yang saat ini masih dalam perjalanan, bisa segera tiba di Tanah Air guna memenuhi kebutuhan di sejumlah wilayah operasional Pertamina.

"Jadi karena proses penambahan (pasokan melalui) impor ini memang membutuhkan waktu, kami berharap (kargo) bisa segera tiba supaya bisa segera memenuhi kebutuhan pertamax turbo tersebut," ujarnya.

Dia menambahkan, ketahanan pasokan Pertamax sendiri saat ini berada pada level 24 hari. Karenanya, Mars Ega menegaskan bahwa pihaknya akan berupaya memaksimalkan upaya distribusi ke berbagai daerah agar pasokan bisa merata ke seluruh wilayah operasional Pertamina.

"Sementara untuk Pertalite, secara umum saat ini masih aman, meskipun masih berada di bawah target kami. Karenanya saat ini kami juga sedang meningkatkan kargo pertalite," kata Mars Ega.

"Tapi karena Pertalite sudah ada sistem kontrol, jadi secara operasional pelayanan kepada masyarakat bisa relatif mengendalikan," ujarnya.