Minat Orang Indonesia pada Jam Tangan Mewah Meningkat, Makin Banyak Orang Kaya?

Ilustrasi jam tangan.
Ilustrasi jam tangan.

 Minat masyarakat Indonesia terhadap jam tangan mewah terus menunjukkan tren peningkatan. Tak lagi sekadar penunjuk waktu, jam tangan premium kini diposisikan sebagai simbol gaya hidup sekaligus aset bernilai tinggi yang memiliki likuiditas. Fenomena ini kerap memunculkan pertanyaan: apakah jumlah orang kaya di Indonesia semakin bertambah, atau cara masyarakat memaknai kekayaan yang berubah?

Dalam beberapa tahun terakhir, jam tangan mewah semakin sering dipandang sebagai bagian dari identitas personal dan strategi pengelolaan aset. Komunitas kolektor tumbuh pesat, aktivitas jual beli semakin aktif, dan diskusi mengenai nilai investasi jam tangan kian marak di ruang digital. Merek-merek kelas atas bukan hanya dikoleksi untuk prestise, tetapi juga dipertimbangkan berdasarkan nilai jangka panjang dan kemudahan untuk diuangkan kembali. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

Seiring meningkatnya minat tersebut, kebutuhan akan layanan pendukung ekosistem jam tangan mewah pun ikut berkembang. Mulai dari jual beli, perawatan, autentikasi, hingga pembiayaan berbasis aset. Salah satu bentuk adaptasi terhadap tren ini terlihat dari kolaborasi perusahaan pembiayaan berbasis jaminan barang mewah, deGadai, dengan Indonesia Watch Exchange (IDWX) dan TikTok Watch Repairs.

Melalui kerja sama ini, fasilitas gadai jam tangan mewah kini dapat diakses langsung di gerai IDWX dan TikTok Watch Repairs. Pelanggan dapat melakukan pemeriksaan kondisi serta keaslian jam tangan secara on-site oleh tenaga ahli horologi, sementara proses pembiayaan tetap dilakukan melalui sistem resmi deGadai.

Menariknya, estimasi nilai jaminan tidak harus menunggu pemeriksaan fisik. Pelanggan dapat memperoleh penilaian awal hanya dengan mengirimkan foto jam tangan sesuai panduan yang ditetapkan. Skema ini memungkinkan pemilik jam tangan mengetahui kisaran nilai pinjaman sebelum datang ke lokasi, sehingga proses menjadi lebih efisien.

CEO deGadai, Sugih Yusuf, menilai meningkatnya minat terhadap jam tangan mewah berbanding lurus dengan kebutuhan layanan pembiayaan yang aman dan terpercaya.

“Penilaian aset bernilai tinggi membutuhkan keahlian khusus. Dengan menggandeng IDWX dan TikTok Watch Repairs, kami memastikan setiap pelanggan mendapatkan pemeriksaan oleh ahlinya serta proses pembiayaan yang terjaga dari awal hingga akhir,” ujar Sugih dalam keterangannya, dikutip Selasa 16 Desember 2025. 

Dari sisi komunitas, kehadiran layanan pembiayaan di titik-titik yang sudah dikenal kolektor jam tangan dinilai memperkuat akses terhadap solusi keuangan berbasis aset luxury. Business Development deGadai, David Tatangsurja, menyebut pendekatan ini relevan dengan kebutuhan pemilik jam tangan premium yang menginginkan fleksibilitas tanpa harus melepas koleksinya.

“Banyak pemilik jam mewah membutuhkan fleksibilitas tanpa harus menjual koleksinya. Dengan fasilitas gadai di lokasi terpercaya, mereka dapat memperoleh pendanaan cepat tanpa mengorbankan keamanan aset mereka,” jelasnya.

IDWX melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari penguatan ekosistem horologi di Indonesia. Tak hanya berfokus pada transaksi jual beli, tetapi juga memperluas layanan perawatan, autentikasi, hingga pembiayaan. TikTok Watch Repairs pun menilai sinergi ini menjawab kebutuhan pelanggan yang kerap membutuhkan layanan teknis sekaligus opsi finansial dalam satu ekosistem.

General Manager IDWX Group, Nike April, menegaskan bahwa Melalui kerja sama ini, gerai IDWX dan TikTok Watch Repairs akan berfungsi sebagai titik layanan resmi deGadai, memungkinkan pelanggan memperoleh layanan pemeriksaan on-site serta pencairan dana yang lebih cepat.

Ia menambahkan bahwa layanan tersebut didukung dengan suku bunga kompetitif dan tenor fleksibel, khususnya bagi pemilik jam tangan premium.