Berapa Lama Umur Material Polikarbonat?

Ilustrasi BPA.
Ilustrasi BPA.

 Galon guna ulang berbahan polikarbonat selama ini dikenal sebagai kemasan yang kuat dan tahan lama. Namun, dari sudut pandang ilmu material, tidak ada bahan yang dapat digunakan tanpa batas waktu.

Seiring bertambahnya usia dan frekuensi penggunaan, material polimer seperti polikarbonat akan mengalami proses penuaan atau aging yang dapat memengaruhi karakteristik fisiknya. Kondisi inilah yang menjadi sorotan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Djaja Surya Atmadja saat membahas risiko Bisphenol A (BPA) pada galon guna ulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dr. Djaja, usia pakai galon tidak boleh diabaikan karena berkaitan dengan peluang terjadinya peluruhan BPA dari material kemasan ke dalam air minum.

“Isi ulangnya itu tidak boleh dipakai lebih dari setahun. Karena pelan-pelan dia (BPA) akan melarut ke dalam itu,” ujarnya, dikutip Senin 8 Juni 2026.

Dalam ilmu material, penggunaan berulang dapat menyebabkan perubahan pada struktur permukaan plastik. Galon yang terus mengalami proses pengisian ulang, pencucian, pengangkutan, serta penyimpanan akan menerima tekanan fisik dan kimia secara terus-menerus.

Meski tidak langsung rusak, material dapat menunjukkan tanda-tanda penuaan seperti permukaan yang mulai kusam, buram, atau dipenuhi goresan halus. Perubahan tersebut menjadi indikator bahwa material telah mengalami banyak siklus penggunaan.

Menurut Djaja, kondisi itu bukan sekadar teori. Ia mengungkapkan masih ditemukan galon yang beredar jauh melampaui usia yang disarankan.

“Kemarin belum lama tuh ada survei, ternyata sampai ada yang 11 tahun, ada yang 13 tahun masih dipakai isi ulang. Itu sampai bolak-balik, sampai galonnya itu buram,” katanya.

Fenomena galon yang masih digunakan hingga lebih dari satu dekade menarik perhatian dari sisi ilmu material. Sebab, semakin lama sebuah produk polimer digunakan, semakin besar kemungkinan terjadinya perubahan sifat fisik akibat akumulasi paparan lingkungan dan penggunaan berulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Goresan yang muncul pada permukaan galon juga menjadi perhatian tersendiri. Dalam kajian material, goresan dapat menjadi tanda terjadinya mikrokerusakan pada lapisan luar plastik yang terbentuk akibat gesekan selama proses distribusi dan penggunaan.

Meski air di dalam galon tetap terlihat jernih, kondisi fisik material belum tentu sama dengan saat galon pertama kali diproduksi. Karena itu, usia pakai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas kemasan guna ulang.