Orang Tertua di Dunia Ternyata Punya 5 Kebiasaan Sederhana Ini, Hidup hingga 117 Tahun

orang tertua di dunia, umur panjang, pola makan Mediterania, Orang Tertua di Dunia Ternyata Punya 5 Kebiasaan Sederhana Ini, Hidup hingga 117 Tahun, Tetap aktif dengan berjalan kaki setiap hari, Tidak merokok dan tidak minum alkohol, Menjalani pola makan Mediterania, Makan yoghurt setiap hari, Tetap dekat dengan keluarga dan lingkungan sosial

Banyak orang bertanya-tanya apa rahasia Maria Branyas Morera bisa hidup hingga usia 117 tahun.

Perempuan kelahiran Amerika Serikat yang kemudian menetap di Spanyol itu tercatat sebagai orang tertua di dunia sebelum meninggal pada Agustus 2024. Setelah kepergiannya, para ilmuwan mempelajari berbagai aspek kesehatan Maria untuk mencari petunjuk tentang umur panjangnya.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Reports Medicine (21/10/2025), menunjukkan bahwa faktor genetik memang berperan. Namun, gaya hidup yang dijalani Maria selama puluhan tahun juga menjadi bagian penting dari kisah panjang umurnya.

Sejumlah kebiasaan sederhana yang ia lakukan bahkan terbilang dekat dengan kehidupan sehari-hari banyak orang.

Tetap aktif dengan berjalan kaki setiap hari

Menurut Dr. Manel Esteller dari Josep Carreras Leukaemia Research Institute di Barcelona, Maria tetap aktif bergerak hingga usia lanjut.

Dalam wawancaranya dengan CNN (26/9/2025), Esteller mengatakan Maria terbiasa melakukan olahraga ringan berupa berjalan kaki sekitar satu jam setiap hari. Aktivitas fisik tersebut dilakukan secara rutin dan menjadi bagian dari kesehariannya.

Selain aktif bergerak, Maria juga tetap menjalani kehidupan yang produktif selama masih memungkinkan.

"Dia suka bekerja selama masih bisa melakukannya," kata Esteller.

Tidak merokok dan tidak minum alkohol

orang tertua di dunia, umur panjang, pola makan Mediterania, Orang Tertua di Dunia Ternyata Punya 5 Kebiasaan Sederhana Ini, Hidup hingga 117 Tahun, Tetap aktif dengan berjalan kaki setiap hari, Tidak merokok dan tidak minum alkohol, Menjalani pola makan Mediterania, Makan yoghurt setiap hari, Tetap dekat dengan keluarga dan lingkungan sosial

Maria Branyas Morera yang supercentenarian pada ulang tahunnya yang ke 117 pada tanggal 4 Maret 2024. Penelitian terhadap Maria Branyas mengungkap bahwa kebiasaan sederhana seperti berjalan kaki, mengonsumsi yoghurt, dan tetap aktif secara sosial menjadi bagian dari hidupnya hingga usia 117 tahun.

Kebiasaan lain yang menonjol dari gaya hidup Maria adalah menjauhi rokok dan alkohol.

Menurut Esteller, Maria tidak pernah merokok dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol sepanjang hidupnya.

Temuan ini menjadi salah satu faktor yang dinilai membantu menjaga kesehatan tubuhnya hingga usia sangat lanjut.

Meski penelitian tersebut tidak menyimpulkan bahwa satu kebiasaan tertentu menjadi penyebab utama umur panjang, para ilmuwan menemukan bahwa Maria memiliki kondisi kesehatan yang relatif baik dibandingkan banyak orang seusianya.

Menjalani pola makan Mediterania

Maria juga diketahui menjalani pola makan Mediterania yang selama ini sering dikaitkan dengan kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.

Pola makan tersebut mencakup penggunaan minyak zaitun sebagai salah satu komponen utama.

Penelitian yang dilakukan tim ilmuwan di Spanyol menemukan Maria memiliki kadar kolesterol jahat dan trigliserida yang sangat rendah, serta kadar kolesterol baik yang tinggi.

Kondisi tersebut turut mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darahnya.

Science Alert (25/9/2025), melaporkan bahwa Maria juga memiliki tingkat peradangan tubuh yang sangat rendah, faktor yang sering dikaitkan dengan risiko penyakit kronis yang lebih kecil.

Makan yoghurt setiap hari

Di antara berbagai kebiasaan sehat yang dimiliki Maria, konsumsi yoghurt menjadi salah satu yang paling menarik perhatian para peneliti.

Menurut Esteller, Maria mengonsumsi tiga porsi yoghurt setiap hari. Para ilmuwan menduga kebiasaan tersebut berkontribusi pada kesehatan mikrobioma ususnya.

Saat memeriksa sampel biologis Maria, tim peneliti menemukan bahwa mikrobioma ususnya menyerupai individu yang jauh lebih muda.

The Guardian (24/9/2025), melaporkan bahwa usus Maria memiliki banyak bakteri Bifidobacterium, yang selama ini dianggap bermanfaat bagi kesehatan.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa yoghurt bukan satu-satunya alasan di balik umur panjang Maria.

Tetap dekat dengan keluarga dan lingkungan sosial

Selain menjaga kesehatan fisik, Maria juga diketahui memiliki kehidupan sosial yang baik. Ia tinggal dekat dengan keluarga dan memiliki hubungan sosial yang tetap terjaga hingga usia lanjut.

Para peneliti menilai faktor tersebut kemungkinan ikut membantu menjaga kualitas hidupnya.

"Maria mendapat gen yang sangat baik dari orang tuanya, tetapi kita tidak bisa memilih orang tua kita," kata Esteller.

Karena itu, menurut para ilmuwan, kisah Maria menunjukkan bahwa umur panjang kemungkinan merupakan hasil dari kombinasi banyak faktor, mulai dari genetik, pola makan, aktivitas fisik, hingga kehidupan sosial yang sehat.

Meski tidak semua orang dapat hidup hingga usia 117 tahun, penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian penting dalam mendukung penuaan yang lebih sehat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang