Kebiasaan yang Sering Diremehkan Ini Ternyata Penentu Kesehatan Anak di Rumah, Apa Itu? 

Ilustrasi Anak Senang Bermain
Ilustrasi Anak Senang Bermain

 Dalam banyak keluarga, kebiasaan baik biasanya dimulai dari rumah, dan sering kali berawal dari sosok ibu. Mulai dari pola makan, kebiasaan tidur, hingga rutinitas minum air, ibu memiliki peran besar sebagai teladan yang diamati langsung oleh anak-anak. 

Salah satu kebiasaan sederhana namun penting adalah memastikan anak cukup minum air setiap hari. Rutinitas kecil ini bisa berdampak besar bagi tumbuh kembang, energi, fokus, hingga mood anak. Scroll untuk info lebih lanjut...

Kebutuhan akan kebiasaan hidrasi yang sehat inilah yang menjadi fokus utama dalam kegiatan edukasi yang digelar bersama AQUA, The Asian Parent di RS Premiere Bintaro.

Adisti Nirmala, Marketing Director AQUA mengatakan, ibu memiliki peran strategis sebagai sumber informasi dan contoh nyata dalam membentuk kebiasaan minum air yang cukup. “Sering kali, pemilihan air dianggap sepele dan seluruh air kita anggap memiliki kualitas yang sama saja," ujarnya, sebagaimana dikutip dari siaran pers, Senin, 1 Desember 2025.

Ilustrasi Air Dingin

Padahal, kata dia, kualitas air sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. 'Karena itu, kami mendorong para ibu untuk lebih teliti," sambungnya. 

Lebih lanjut, dr. Diah Prasmapti Yunianingtias, M.Nutr.Diet, Sp.GK, ahli nutrisi, turut memaparkan peran vital air bagi tubuh anak. “Air memegang peran yang sangat penting bagi tubuh manusia, terutama bagi anak terutama bagi anak yang lebih dari 75 persen komposisi tubuhnya adalah air," kata dia. 

Ia menekankan bahwa rasa haus pada anak sering terlambat muncul sehingga minum air secara teratur tanpa menunggu haus sangat penting. “Ketika anak tampak cranky, lemas, atau sulit fokus, salah satu penyebabnya bisa jadi kurang minum,” tambahnya.

Dr. Diah juga menguraikan kebutuhan cairan yang berbeda berdasarkan usia. Anak usia 4–6 tahun dianjurkan minum sekitar 1,2 liter per hari, usia 7–12 tahun sekitar 1,5 liter, dan di atas usia 12 tahun sekitar 2 liter.

Ibu hamil dan menyusui membutuhkan lebih banyak, yakni 2,1–2,5 liter per hari. Kebutuhan ini juga dipengaruhi suhu udara, aktivitas, dan kondisi kesehatan.

Dari sisi kualitas air, dr. Tria Rosemiarti, Dipl in Nutrition, MKK, Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation AQUA, mengingatkan bahwa air berkualitas bukan hanya sekadar tidak berbau atau berwarna.

“Selain kecukupan air yang diminum, orang tua juga perlu memperhatikan kualitas air yang diminum oleh anak. Air yang terlihat jernih belum tentu bersih dan aman,” ungkapnya. 

Ia menegaskan pentingnya memilih air yang aman dari kontaminasi fisik, patogen, dan zat kimia berbahaya.

“Melalui kegiatan edukasi ini, kami berharap semakin banyak keluarga Indonesia memahami pentingnya memenuhi kebutuhan hidrasi sehat dalam kehidupan sehari-hari," papar Adisti.