Sepertiga Pengguna Internet Dunia Ternyata Masih Pakai WiFi Jadul

WiFi, Ookla, router, Sepertiga Pengguna Internet Dunia Ternyata Masih Pakai WiFi Jadul

Jutaan pengguna di dunia ternyata masih pakai router WiFi llawas yang usianya sudah lebih dari 20 tahun lalu.

Hal ini disimpulkan dalam laporan "The Global State of WiFi 2026" yang dirilis perusahaan internet Ookla baru-baru ini.

Dalam laporan itu, disebutkan bahwa sekitar 33,2 persen sampel jaringan global masih menggunakan WiFi 4, standar nirkabel yang diperkenalkan pada 2009.

Artinya, sekitar satu dari tiga pengguna internet di dunia masih mengandalkan teknologi yang usianya mendekati dua dekade untuk memenuhi kebutuhan internet modern saat ini.

Padahal, standar WiFi terbaru saat ini adalah WiFi 7 yang mulai disertifikasi oleh Wi-Fi Alliance pada 2024.

Selain berpotensi menurunkan performa internet, penggunaan router lawas juga dapat menimbulkan sejumlah risiko bagi pengguna.

Salah satu risiko terbesar dari penggunaan router lama adalah aspek keamanan.

Seiring bertambahnya usia perangkat, produsen biasanya menghentikan pembaruan firmware. Akibatnya, celah keamanan yang ditemukan setelah masa dukungan berakhir tidak lagi mendapatkan perbaikan.

Kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menyusup ke jaringan, mengambil alih router, memantau lalu lintas data, atau menjadikan perangkat sebagai bagian dari botnet.

Selain itu, sebagian router lawas juga masih menggunakan standar keamanan yang lebih tua dibanding perangkat modern.

Karena itu, pengguna disarankan memastikan router masih memperoleh pembaruan keamanan dan segera memasang firmware terbaru jika tersedia.

Bisa bikin internet lambat

Risiko berikutnya adalah pengguna tidak mendapatkan kecepatan internet sesuai paket yang dibayar.

Saat ini banyak penyedia layanan internet menawarkan paket hingga gigabit. Namun, router lama dapat menjadi penghambat yang membatasi kecepatan internet ke perangkat pengguna.

Sebagai gambaran, WiFi 4 hanya mampu mencapai kecepatan teoritis sekitar 600 Mbps dalam kondisi ideal.

Akibatnya, pelanggan yang sudah berlangganan internet berkecepatan tinggi tetap dapat merasakan koneksi yang lebih lambat.

Selain lambat, router lawas juga lebih rentan mengalami gangguan sinyal karena umumnya mengandalkan frekuensi 2,4 GHz yang kini semakin padat.

Di kawasan perkotaan atau apartemen dengan banyak jaringan WiFi, kondisi ini dapat memicu interferensi sehingga koneksi menjadi tidak stabil.

Dampaknya bisa berupa video call tersendat, streaming buffering, hingga game online yang mengalami lag.

Perangkat baru tidak optimal

WiFi, Ookla, router, Sepertiga Pengguna Internet Dunia Ternyata Masih Pakai WiFi Jadul

Ilustrasi router WiFi.

Risiko lainnya adalah pengguna tidak dapat menikmati kemampuan penuh router dari smartphone atau laptop terbaru.

Router WiFi 4 dan WiFi 5 tidak mendukung pita frekuensi 6 GHz yang digunakan pada WiFi 6E dan WiFi 7.

Artinya, perangkat yang sudah mendukung teknologi terbaru tetap tidak bisa memanfaatkan seluruh kemampuannya jika masih terhubung ke router lama.

Penggunaan router lawas juga bisa membuat perangkat tersebut kewalahan ketika "diserang" banyak perangkat sekaligus. 

Saat WiFi 4 diluncurkan pada 2009, jumlah perangkat yang terhubung ke internet dalam satu rumah bisa dibilang masih relatif sedikit.

Kini, satu rumah bisa memiliki banyak perangkat aktif sekaligus, mulai dari smartphone, laptop, smart TV, CCTV, konsol game, hingga perangkat rumah pintar.

Nah, jika dibandingkan generasi terbaru, router lawas tentunya tidak dirancang untuk menangani lalu lintas data sebanyak itu secara bersamaan.

Pada akhirnya, performa jaringan dapat menurun saat banyak perangkat terhubung.

Adopsi WiFi 7 masih sedikit

Nah, solusi dari berbagai masalah dan risiko di atas tentunya adalah mengganti router lawas berteknologi WiFi 4 dengan router yang lebih baru, misalnya yang sudah mendukung WiFi 7. 

Meski demikian, masyarakat agaknya belum sadar akan benefit yang ditawarkan router generasi terbaru, lantaran adopsi WiFi 7 masih tergolong rendah, yaitu sekitar 1,8 persen dari sampel jaringan global. 

Dominasi teknologi router yang dipakai di dunia saat ini, menurut laporan Ookla di atas, adalah WiFi 5 dengan pangsa pasar 38,3 persen, disusul WiFi 6 dengan 26,7 persen. 

Data tersebut menunjukkan bahwa mayoritas pengguna internet global masih memakai teknologi WiFi generasi lama hingga menengah, meski standar terbaru sudah tersedia, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Ookla.

Kondisi ini membuat banyak pengguna berpotensi tidak merasakan performa internet secara maksimal, meski mereka telah berlangganan paket broadband berkecepatan tinggi atau menggunakan perangkat terbaru.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang