Ulang Tahun ke-85, Ibunda Sandiaga Uno Curahkan Perjalanan Hidup Lewat Buku
Momen bertambahnya usia kerap menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi atas perjalanan hidup yang telah dilalui. Hal itulah yang tampaknya menjadi semangat yang diusung oleh tokoh pendidikan dan pakar etiket Indonesia, Mien R. Uno, saat memasuki usia ke-85 tahun. Sosok yang dikenal luas sebagai pendidik sekaligus inspirator bagi banyak generasi ini memilih merayakan perjalanan hidupnya dengan cara yang sarat makna, yakni melalui peluncuran sebuah buku yang merangkum berbagai pelajaran hidup dan nilai-nilai kemanusiaan.
Mien R. Uno selama ini dikenal sebagai figur yang aktif mendorong pengembangan karakter, etika, dan pendidikan di Indonesia. Dedikasinya selama puluhan tahun dalam dunia pendidikan membuat pemikirannya banyak dijadikan rujukan, terutama dalam membangun kepribadian dan keterampilan sosial generasi muda. Scroll lebih lanjut yuk!
Dalam rangka tasyakuran ulang tahunnya yang ke-85, Mien meluncurkan buku terbaru berjudul Cermin Diri: Ketika Kita Bisa Melihat Diri Kita pada Diri Orang Lain. Acara tersebut turut dihadiri oleh keluarga, sahabat, serta berbagai kalangan yang selama ini mengikuti kiprah dan kontribusinya di dunia pendidikan.
Putranya, Sandiaga Uno, mengaku terharu dan bangga melihat sang ibu kembali menghadirkan karya yang berisi refleksi mendalam tentang kehidupan. Menurutnya, sosok Mien selama ini selalu menjadi sumber inspirasi bagi keluarga dalam menjalani kehidupan dengan penuh kesungguhan dan ketulusan.
Sandiaga Uno menegaskan bahwa ibundanya tidak menginginkan momen tersebut dipandang sebagai pesta ulang tahun semata. Baginya, acara itu lebih merupakan bentuk rasa syukur atas perjalanan hidup yang telah dijalani hingga saat ini.
“Kekuatan seorang ibu tidak selalu terlihat dari kata-katanya tetapi dari ketulusannya dalam menjalani hidup ini,” katanya Sandiaga Uno, dalam acara peluncuran di Jakarta, Jumat 29 Mei 2026.

Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai makna buku yang ditulis sang ibu.
“Buku ini bukan tentang orang yang merasa paling pintar tetapi tentang keberanian untuk jujur pada perjalanan. Doa saya untuk Mama tercinta agar selalu sehat walafiat dan tetap semangat menginspirasi bangsa Indonesia,” kata dia.
Di sisi lain, Mien menjelaskan bahwa buku tersebut sengaja ditujukan untuk generasi muda Indonesia. Menurutnya, pengalaman hidup merupakan sumber pembelajaran yang sangat berharga, baik melalui pengalaman pribadi maupun dari perjalanan orang lain.
“Generasi muda itu harus belajar mengenai apa saja yang mereka lalui atau belajar melalui pengalaman orang lain,” kata dia.
Melalui buku tersebut, Mien juga mengajak pembaca memahami makna kebahagiaan dari sudut pandang yang sederhana namun mendalam.
“Ternyata orang yang sangat membahagiakan kita itu ada pada saat kita sedang dalam keadaan apa pun," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tidak semua orang akan bertahan ketika seseorang menghadapi masa sulit. Namun, selalu ada beberapa sosok yang tetap hadir dan memberikan dukungan tanpa syarat.
“Tetapi satu dua orang itu akan tetap lekat di hati kita dan mereka mendengarkan keluhan kita,” ucapnya menuturkan.
Lebih jauh, Mien berharap generasi muda dapat belajar menerima diri sendiri dan mengenali potensi yang dimiliki. Menurutnya, penerimaan diri menjadi langkah awal untuk bertumbuh dan berkembang secara positif.
Buku Cermin Diri: Ketika Kita Bisa Melihat Diri Kita pada Diri Orang Lain diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dan hadir sebagai karya reflektif yang memadukan pengembangan diri dengan pendekatan humanis. Melalui kisah, pengalaman, dan perenungan yang dituangkan dalam buku tersebut, Mien R. Uno tidak hanya membagikan perjalanan hidupnya, tetapi juga mewariskan berbagai nilai yang relevan bagi generasi masa kini maupun masa mendatang.
Di usia yang telah mencapai 85 tahun, Mien menunjukkan bahwa semangat untuk belajar, berbagi pengalaman, dan menginspirasi orang lain tidak mengenal batas usia. Karyanya menjadi pengingat bahwa perjalanan hidup, dengan segala suka dan dukanya, selalu menyimpan pelajaran berharga yang layak untuk dibagikan kepada sesama.