Hari Bumi 2026, Ini 5 Cara Memulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Hal Sederhana
Hari Bumi yang diperingati setiap 22 April menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Apalagi di tengah isu perubahan iklim, polusi, hingga berkurangnya ruang hijau di perkotaan, membuat gaya hidup ramah lingkungan semakin relevan untuk diterapkan dalam keseharian.
Memulai hidup yang lebih berkelanjutan sebenarnya tidak selalu membutuhkan langkah besar. Kebiasaan sederhana seperti mengurangi sampah plastik, menghemat penggunaan listrik, membawa botol minum sendiri, hingga ikut menjaga ruang hijau di sekitar tempat tinggal, dapat menjadi kontribusi nyata.
Kesadaran kecil yang dilakukan secara konsisten justru bisa memberikan dampak besar dalam jangka panjang. Scroll untuk info lebih lanjut...
Hari Bumi 2026 juga menjadi momentum untuk meninjau kembali bagaimana hubungan manusia dengan alam. Tidak sedikit perusahaan maupun komunitas yang mulai mengambil langkah nyata untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.
Salah satunya melalui kegiatan restorasi pohon dan pelestarian kawasan hijau yang semakin dibutuhkan di tengah perkembangan kota. Berikut beberapa langkah sederhana untuk memulai gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, sebagaimana dirangkum Viva pada Rabu, 22 April 2026.
1. Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Plastik sekali pakai masih menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar. Mengganti kantong plastik dengan tote bag, membawa alat makan sendiri, dan menggunakan tumbler bisa menjadi langkah sederhana yang efektif.
Selain membantu mengurangi sampah, kebiasaan ini juga membuat pola hidup menjadi lebih hemat dan terorganisir. Banyak orang mulai menyadari bahwa perubahan kecil ini justru paling mudah dilakukan setiap hari.
2. Hemat Energi di Rumah
Mematikan lampu saat tidak digunakan, mencabut charger dari stop kontak, serta memilih peralatan hemat energi adalah bentuk kepedulian terhadap lingkungan yang sering diabaikan.
Penggunaan listrik yang lebih efisien tidak hanya mengurangi emisi karbon, tetapi juga membantu menekan pengeluaran rumah tangga. Gaya hidup ramah lingkungan sering kali berjalan seiring dengan gaya hidup yang lebih bijak secara finansial.
3. Ikut Menjaga dan Menambah Ruang Hijau
Menanam pohon atau merawat tanaman dapat membantu menjaga kualitas udara dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat. Di kawasan perkotaan, keberadaan ruang hijau juga penting sebagai area resapan air dan penyeimbang suhu.
Bertepatan dengan Hari Bumi, Cermati Fintech Group (CFG) berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan Wilayah 1 Jawa Barat dan Kertabumi melaksanakan kegiatan restorasi lingkungan melalui penanaman 1.000 bibit pohon keras di kawasan Hutan Kota Eduforest, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Ini merupakan bagian dari cara memperingati Hari Bumi Sedunia.
Program Corporate Social Responsibility (CSR) ini melibatkan lima entitas dalam ekosistem perusahaan. Dalam gerakan tersebut, terdapat lima jenis bibit pohon yang ditanam yaitu 500 bibit Pohon Jati, 150 bibit Pohon Mahoni, 150 bibit Pohon Manggis, 100 bibit Pohon Pucuk Merah, dan 100 bibit Pohon Sengon.
Program restorasi ini merupakan bagian dari inisiatif keberlanjutan perusahaan bertajuk Zero Carbon melalui Restorasi Penanaman Pohon Keras. Inisiatif ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, masyarakat setempat, pegiat lingkungan, dan karyawan.
CEO Cermati Fintech Group, Andhy Koesnandar, mengatakan bahwa peringatan Hari Bumi menjadi momentum penting bagi dunia usaha untuk berkontribusi lebih aktif dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Bagi kami, inisiatif seperti ini bukan hanya kegiatan simbolis, tetapi bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat," ujarnya.
"Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, kami berharap program ini dapat mendorong semakin banyak inisiatif bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan,” kata Andhy.

Kawasan Hutan Kota Eduforest Setu dipilih karena memiliki peran strategis sebagai ruang terbuka hijau yang tidak hanya berfungsi sebagai area konservasi, tetapi juga sebagai pusat edukasi lingkungan bagi masyarakat dan generasi muda.
4. Pilih Konsumsi yang Lebih Bertanggung Jawab
Gaya hidup ramah lingkungan juga bisa dimulai dari cara berbelanja. Membeli produk lokal, memilih barang yang tahan lama, dan mengurangi konsumsi berlebihan menjadi langkah penting dalam menekan limbah.
Prinsipnya bukan sekadar membeli lebih sedikit, tetapi membeli dengan lebih sadar. Konsumsi yang bijak membantu mengurangi jejak karbon sekaligus mendukung pola hidup yang lebih sehat dan terencana.
5. Bangun Kesadaran Bersama
Perubahan besar selalu dimulai dari kesadaran bersama. Mengajak keluarga, teman, atau lingkungan sekitar untuk peduli terhadap isu lingkungan dapat memperluas dampak positif.
Hari Bumi bukan hanya seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa bumi membutuhkan perhatian setiap hari. Melalui langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten, gaya hidup ramah lingkungan bisa menjadi bagian alami dari kehidupan sehari-hari.