Dukcapil Temukan 2 Warga Madura Usianya Lampaui Orang Tertua di Dunia, Siapa Saja?

Ditjen Dukcapil, Dukcapil Temukan 2 Warga Madura Usianya Lampaui Orang Tertua di Dunia, Siapa Saja?

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Teguh Setyabudi mengungkap bahwa penduduk tertua yang tercatat dalam data kependudukan Indonesia adalah Maryam. 

Dilansir dari laman resmi Ditjen Dukcapil, Jumat (13/3/2026), perempuan yang lahir pada 1907 di Bangkalan, Madura tersebut kini berusia 118 tahun.

Jika dibandingkan dengan manusia tertua di dunia yang masih hidup, usia Maryam bahkan lebih tua. 

Saat ini, orang tertua di dunia yang masih hidup adalah Ethel Caterham dari Inggris yang lahir pada 1909 atau berusia 116 tahun pada Agustus 2025.

Dengan demikian, Maryam tercatat dua tahun lebih senior dibandingkan Caterham.

Temuan tersebut disampaikan Teguh saat memaparkan Rilis Data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II Tahun 2025 di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Daftar Orang Tertua di Indonesia

Selain Maryam, Ditjen Dukcapil juga mencatat sejumlah warga lanjut usia lain yang usianya melampaui satu abad. 

Mereka antara lain Sahami yang berusia 117 tahun dan lahir pada 1908 di Pamekasan, Madura.

Kemudian Aniah yang berusia 116 tahun dari Cianjur, Jawa Barat, serta Parini yang juga berusia 116 tahun dan lahir di Batanghari, Jambi.

"Mereka masih hidup. Saya tidak mau tampilkan, kalau tidak dicek langsung,” kata Teguh dikutip dari Kompas.id, Jumat (13/3/2026).

Dari empat penduduk tertua tersebut, dua di antaranya berasal dari Pulau Madura.

Hal ini menarik karena secara statistik wilayah tersebut justru tidak termasuk daerah dengan angka harapan hidup tinggi.

Data Jawa Timur dalam Angka 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa usia harapan hidup di empat kabupaten di Madura berada pada posisi relatif rendah di provinsi tersebut.

Rata-rata usia harapan hidup di Sampang tercatat 67,95 tahun, Bangkalan 68,63 tahun, Pamekasan 69,66 tahun, dan Sumenep 70,11 tahun.

Sebaliknya, sejumlah kota di Jawa Timur sudah memiliki angka harapan hidup di kisaran pertengahan 70 tahun.

Tiga daerah dengan usia harapan hidup tertinggi di provinsi tersebut adalah Surabaya dengan 76,02 tahun, disusul Malang 75,94 tahun, serta Madiun 75,92 tahun.

Secara keseluruhan, usia harapan hidup penduduk Jawa Timur menunjukkan tren meningkat. 

Rata-rata usia harapan hidup naik dari 74,28 tahun pada 2021 menjadi 75,07 tahun pada 2024.

Peningkatan tersebut umumnya dikaitkan dengan perbaikan kualitas layanan kesehatan, asupan gizi masyarakat, serta meningkatnya kesadaran untuk menjalani pola hidup sehat.

Data kesehatan nasional yang dihimpun BPS dan Kementerian Kesehatan juga menunjukkan bahwa wilayah perdesaan dengan tingkat kemiskinan lebih tinggi umumnya memiliki angka harapan hidup lebih rendah.

Kondisi ini juga terlihat di Madura yang memiliki tingkat kemiskinan relatif lebih tinggi dibandingkan sejumlah wilayah lain di Jawa Timur.

Namun demikian, rata-rata statistik tidak selalu menggambarkan seluruh kondisi individu. Di beberapa daerah tetap ditemukan warga yang mampu mencapai usia sangat panjang, termasuk di Madura.

Komposisi Usia Produktif Indonesia

Dalam kesempatan yang sama, Teguh juga memaparkan komposisi usia produktif penduduk Indonesia.

Berdasarkan kelompok usia, jumlah penduduk terbesar berada pada rentang 40–44 tahun dengan total 14.866.704 jiwa.

Setelah itu disusul kelompok usia 35–39 tahun sebanyak 14.367.828 jiwa serta kelompok usia 30–34 tahun yang mencapai 13.922.892 jiwa.

“Kalau kita melihat usia produktif 69,03 persen, inilah kita bersyukurnya bahwa mungkin sampai dengan 2030-an itulah yang namanya bonus demografi,” ucap Teguh dikutip dari Antara, Kamis (12/3/2026).

"Tinggal bagaimana kita mengoptimalkan potensi usia produktif tersebut. Ini luar biasa kalau bisa dimaksimalkan," sambungnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang